BATAM, iNewsBatam.id - Estafet pengabdian Kompol I Kade Dwi Suryawandika kembali berpindah. Setelah hampir tiga tahun bertugas menjaga wilayah perairan Batam, perwira polisi itu kini kembali ke bidang yang sejak awal banyak membentuk perjalanan kariernya: reserse kriminal khusus.
Kade resmi meninggalkan jabatan sebagai Kasat Polairud Polresta Barelang dalam serah terima jabatan di Rupatama Wicaksana Laghawa Polresta Barelang, Sabtu (22/8/2026).
Jabatan tersebut selanjutnya diserahkan kepada AKP Asril. Sementara Kade dipercaya mengemban tugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau.
Kembalinya Kade ke dunia reserse bukanlah langkah baru. Sebelum bertugas di Batam, ia telah menjalani berbagai penugasan di bidang kriminal khusus, mulai dari Polda Kalimantan Selatan hingga Polda Metro Jaya.
"Alhamdulillah, saya bersyukur atas kepercayaan yang kembali diberikan pimpinan. Bagi saya, setiap penugasan adalah amanah sekaligus kesempatan untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik," ujar Kade.
Menurut dia, pengalaman dari setiap tempat penugasan menjadi bekal untuk menjalankan tugas berikutnya.
"Apa pun tugas yang diberikan, saya akan berusaha menjalankannya dengan penuh tanggung jawab untuk masyarakat dan institusi Polri," katanya.
Dari Putra Tamtama hingga Bertugas di Darfur
Perjalanan Kade sebagai anggota Polri dimulai dari lingkungan keluarga sederhana. Ia tumbuh di Balikpapan sebagai putra seorang tamtama Polri.
Kariernya kemudian membawanya ke berbagai wilayah dan medan tugas. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia menjalankan misi perdamaian di Darfur, Sudan.
Pada 2017-2018, ketika berusia sekitar 25 tahun, Kade bergabung dalam Formed Police Units (FPU) Garuda Bhayangkara Indonesia gelombang IX.
Sebelum berangkat ke Afrika, ia menjalani pelatihan selama lima bulan di Cikeas, Bogor. Ia kemudian mengikuti Training of Trainer (TOT) FPU di Vicenza, Italia.
Penugasan itu juga menjadi pengalaman personal yang tak terlupakan. Saat berangkat menuju Afrika, istrinya tengah mengandung anak pertama.
Anaknya lahir ketika Kade masih dalam perjalanan menuju lokasi penugasan.
"Waktu itu saat berangkat, pas saya dalam pesawat, anak istri saya melahirkan anak pertama," kenangnya.
Di Darfur, Kade menjalankan patroli di wilayah Al-Fasher. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan untuk membantu masyarakat setempat.
Pengalaman tersebut meninggalkan pelajaran penting mengenai sisi kemanusiaan dalam tugas kepolisian.
"Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama bertugas di sana, terutama tentang rasa kemanusiaan. Jiwa kemanusiaan saya sebagai manusia ditempa di sana," tuturnya.
Kembali ke Reserse
Sepulang dari Darfur pada 2018, Kade kembali menekuni dunia reserse. Ia bertugas di Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan hingga 2020.
Pada 2020, ia dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Tapin.
Selama memimpin satuan tersebut, sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik ditangani jajarannya. Salah satunya kasus kematian NR, remaja 17 tahun yang merupakan cucu mantan Bupati Tapin.
Kasus tersebut sempat menjadi misteri. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga mengidentifikasi Maulid Akbar alias Alid sebagai tersangka.
Tim gabungan Macan Kalsel dan Serigala Tapin akhirnya menemukan pelaku yang bersembunyi di rumah neneknya di Desa Batang Kulur, Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
Selain perkara tersebut, Satreskrim Polres Tapin di bawah kepemimpinan Kade juga menangani kasus pelecehan terhadap anak yang sempat menjadi perhatian publik.
Penanganan perkara anak tersebut turut mengantarkan Kade menerima tiga penghargaan dari Gerakan Nasional Polri Sahabat Anak oleh Kak Seto, Komnas Perlindungan Anak dan Polisi Selebriti.
"Penghargaan itu kita dapat atas dedikasi Satreskrim Polres Tapin terhadap penanganan kasus anak, baik sebagai korban maupun pelaku," ujarnya.
Berhadapan dengan Kejahatan Siber
Setelah sekitar delapan tahun mengabdi di Kalimantan Selatan, Kade melanjutkan perjalanan ke Polda Metro Jaya.
Ia kembali ditempatkan di Ditreskrimsus dengan tugas yang berkaitan dengan bidang siber dan industri perdagangan.
Penugasan tersebut memperluas pengalamannya. Jika sebelumnya ia banyak berhadapan dengan perkara pidana konvensional, di Jakarta ia bersentuhan dengan kejahatan yang berkembang melalui teknologi serta aktivitas perdagangan.
Pada Oktober 2023, Kade kemudian bertugas di Polda Kepri.
Ia mendapat penugasan di bidang kepolisian perairan sebelum dipercaya memimpin Satpolairud Polresta Barelang.
Hampir Tiga Tahun Jaga Perairan Batam
Batam menjadi salah satu bab penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Hampir tiga tahun berada di satuan kepolisian perairan membuat Kade berhadapan dengan karakteristik wilayah kepulauan. Perairan Batam bukan hanya menjadi jalur penghubung antardaerah, tetapi juga berada di kawasan perbatasan dan jalur internasional.
Di bawah kepemimpinannya, jajaran Satpolairud Polresta Barelang turut menangani persoalan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural.
Sepanjang 2024-2026, sebanyak 64 calon PMI nonprosedural dikembalikan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Polisi juga menetapkan delapan tersangka yang diduga membantu proses keberangkatan tersebut serta melimpahkan dua perkara kepabeanan kepada Bea Cukai.
Kinerja tersebut membuat Kade menerima penghargaan dari Kapolda Kepri dan Kapolresta Barelang, serta apresiasi dari BP2MI.
Namun, pengabdian di wilayah perairan tidak hanya diwarnai penindakan hukum.
Kade bersama personelnya juga rutin turun menemui masyarakat pesisir melalui kegiatan Jumat Berkah. Nasi kotak dan sembako dibagikan kepada warga, termasuk masyarakat di kawasan Batuampar.
Bagi Kade, pendekatan kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas kepolisian.
Di tengah penegakan hukum, menurut dia, masyarakat tetap harus dirangkul dan dibantu.
Kembali ke Krimsus Polda Kepri
Perjalanan panjang tersebut kini mengantarkan Kade kembali ke dunia reserse kriminal khusus.
Kompol I Kade Dwi Suryawandika usai sertijab di Mapolresta Barelang. (Foto: Istimewa untuk iNewsBatam.id)
Setiap daerah meninggalkan pengalaman berbeda. Kalimantan Selatan memberinya pengalaman memimpin reserse dan menangani perkara yang menjadi perhatian masyarakat.
Polda Metro Jaya mempertemukannya dengan persoalan siber dan industri perdagangan.
Darfur mengajarinya tentang kemanusiaan.
Sementara Batam memperkaya pengalamannya dalam menghadapi kejahatan melalui jalur perairan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat pesisir.
Seluruh pengalaman itu kini menjadi bekal ketika ia kembali dipercaya bertugas di Ditreskrimsus Polda Kepri.
"Saya tentu bersyukur bisa kembali dipercaya menjalankan tugas di bidang yang pernah saya tekuni. Mudah-mudahan pengalaman dari penugasan sebelumnya dapat menjadi bekal untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," kata Kade.
Ia juga meminta dukungan dari jajaran kepolisian dan masyarakat dalam menjalankan tugas barunya.
"Saya mohon dukungan dari seluruh anggota dan masyarakat," ujarnya.
Estafet penugasan itu kembali berpindah. Namun bagi Kade, medan boleh berubah, pengalaman terus bertambah, tetapi tujuan pengabdian tetap sama: menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
