SERANG, iNews.id – Tim SAR gabungan masih mencari lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Proses pencarian terkendala gelombang tinggi hingga 2 meter dan jarak pandang yang terbatas akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Satu dari lima jurnalis tersebut merupakan jurnalis iNews, Yudhistiro Pranoto. Mereka dilaporkan hilang kontak setelah perahu yang ditumpangi mengalami mati mesin saat hendak melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau, Rabu (9/9/2026).
Tim SAR menggunakan KN SAR 247 Tetuka untuk menyisir perairan di sekitar lokasi. Petugas juga melakukan pencarian dari laut hingga garis pantai untuk menemukan perahu yang membawa kelima jurnalis tersebut.
Kondisi cuaca menjadi tantangan bagi tim di lapangan. Gelombang tinggi membuat proses penyisiran harus dilakukan secara hati-hati. Selain itu, paparan debu dan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau membuat kondisi udara di sekitar perairan menjadi gelap dan jarak pandang terbatas.
Nakhoda KN SAR 247 Tetuka, Capt Septa Arif Rohadi, mengatakan pencarian menghadapi kendala ombak tinggi dan kondisi udara yang tertutup abu vulkanik.
"Pencarian saat ini terkendala oleh ombak tinggi dan kondisi udara yang agak gelap akibat tertutup abu vulkanik," ujar Septa di perairan Selat Sunda.
Kelima jurnalis sebelumnya menyewa kapal nelayan lokal untuk mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Mereka hendak memantau sekaligus meliput aktivitas vulkanik gunung tersebut dari laut.
Namun, di tengah perjalanan, perahu mengalami masalah mesin. Kondisi itu diperparah cuaca buruk dan gelombang besar yang menghantam perahu hingga akhirnya rombongan kehilangan kontak.
Dalam operasi pencarian, petugas tidak hanya menyisir perairan terbuka. Tim SAR juga mendekati nelayan yang melintas untuk menanyakan kemungkinan adanya informasi mengenai keberadaan perahu yang membawa para jurnalis.
Hingga pencarian pada Rabu (9/9/2026), perahu maupun keberadaan kelima jurnalis belum ditemukan. Tim SAR memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan berkoordinasi bersama pos pengamatan dan kepolisian air.
Pencarian tersebut menjadi bagian dari operasi terhadap delapan orang yang berada dalam speedboat yang hilang kontak di kawasan Selat Sunda. Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lainnya dalam rombongan tersebut.
Tim SAR gabungan terus memperluas penyisiran dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, angin, serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Operasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Sementara itu, pencarian dari sisi perairan Lampung juga diperkuat. Polda Lampung bersama Basarnas dan unsur terkait mengerahkan kapal patroli untuk memperluas area penyisiran di sekitar jalur yang diduga dilalui speedboat tersebut.
Hingga operasi hari kedua, belum ada tanda-tanda keberadaan lima jurnalis maupun speedboat yang mereka tumpangi. Tim SAR masih berupaya menemukan titik keberadaan rombongan tersebut di tengah kondisi perairan yang menantang.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
