BATAM, iNewsBatam.id - Kasus pemilik toko kelontong di Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau, yang sebelumnya disebut diserang pria bersajam akhirnya terungkap. Polisi memastikan tidak ada pelaku lain dalam kejadian tersebut.
Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba mengatakan, hasil penyelidikan bersama Unit Jatanras Polresta Barelang menunjukkan peristiwa yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) bukan perampokan maupun pencurian dengan kekerasan (curas).
Pemilik toko, Rianto Silalahi (40), diketahui melukai tubuhnya sendiri menggunakan pisau cutter. Setelah itu, korban berteriak meminta pertolongan dengan menyebut "maling", sehingga warga mengira terjadi penyerangan atau perampokan.
"Dari hasil penyelidikan mendalam kami bersama Jatanras Polresta Barelang, ternyata peristiwa tersebut bukan tindak pidana curas, melainkan percobaan bunuh diri," kata Tigor dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Menurut Tigor, kesimpulan tersebut diperoleh setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri bukti dan keterangan yang diperoleh dalam waktu kurang dari 1x24 jam.
Polisi juga menemukan bahwa sejumlah luka pada bagian kepala, lengan, pinggang hingga paha atas yang dialami Rianto tidak disebabkan serangan orang lain. Luka tersebut, berdasarkan hasil penyelidikan polisi, ditimbulkan sendiri oleh korban menggunakan pisau cutter milik rumahnya.
Teriakan "maling" dari korban kemudian membuat warga sekitar berdatangan. Informasi mengenai adanya pria bersenjata yang masuk ke toko pun beredar dan memunculkan dugaan telah terjadi aksi perampokan.
"Saksi-saksi mendengar teriakan 'maling' yang bersumber dari korban itu sendiri setelah menyayat tubuhnya. Hal itulah yang memicu anggapan warga bahwa ada perampokan. Padahal, kejadian sebenarnya adalah percobaan bunuh diri," ujar Tigor.
Dari pemeriksaan, polisi juga mendapatkan keterangan mengenai persoalan pribadi yang dihadapi korban. Tekanan keluarga, persoalan ekonomi, serta kerugian akibat judi online disebut menjadi faktor yang mendorong korban melakukan tindakan tersebut.
Rianto kemudian mengakui perbuatannya kepada polisi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Batam melalui rekaman video klarifikasi terkait informasi yang sebelumnya berkembang mengenai kejadian tersebut.
Tigor mengatakan kepolisian mempertimbangkan sikap kooperatif korban dalam penanganan perkara tersebut. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu kejadian sebelum proses penyelidikan selesai.
"Kepada rekan-rekan media dan pengguna media sosial, kami imbau agar lebih bijak dalam menyikapi informasi. Cek terlebih dahulu fakta yang sebenarnya dan jangan langsung memvonis suatu peristiwa selagi kepolisian masih bekerja melakukan penyelidikan," tutur Tigor.
Sebelumnya, peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga Tanjung Buntung setelah muncul informasi seorang pemilik toko terluka akibat diserang pria membawa senjata tajam. Hasil penyelidikan polisi kemudian mengungkap fakta berbeda dari dugaan awal tersebut.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
