Pemuda Natuna Dikabarkan Tewas di Rusia Usai Serangan Drone Ukraina

Alfie Al Rasyid
Rendi Apriyanto (kiri), pemuda asal Natuna yang dikabarkan tewas di Rusia. (Foto: ist)

BATAM, iNewsBatam.id - Rendi Apriyanto, pemuda asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dikabarkan meninggal dunia di Rusia setelah terkena serangan drone Ukraina pada 20 September 2026.

Kabar duka tersebut dibenarkan orang tua Rendi, Ruskamal dan Eniyanti. Informasi mengenai kematian anak sulung mereka pertama kali diterima keluarga dari rekan Rendi yang berada di Rusia.

Ruskamal mengatakan, kabar tersebut diterima keluarga pada malam Minggu. Rekan Rendi yang selamat dari kejadian itu menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa Rendi telah meninggal.

"Informasi pertama yang kami terima datang dari teman Rendi yang masih selamat di sana. Dia menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa Rendi sudah meninggal," ujar Ruskamal, Selasa (29/9/2026).

Menurut Ruskamal, Rendi diketahui berada di Rusia sekitar lima bulan sebelum kabar kematiannya diterima keluarga. Selama di negara tersebut, Rendi disebut bekerja di bidang logistik yang berkaitan dengan aktivitas militer.

Keluarga sebelumnya mengetahui Rendi berangkat ke Rusia untuk bekerja sebagai pembawa logistik bagi tentara. Mereka mengaku tidak mengetahui secara pasti bahwa pekerjaan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas militer.

"Setahu kami dia berangkat untuk pekerjaan logistik. Kami baru mendapat gambaran soal keterlibatannya dengan kegiatan militer setelah menerima kabar tentang kematiannya," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari rekan Rendi, pemuda yang berdomisili di Ranai Darat itu diduga direkrut melalui seorang agen untuk bekerja di bagian logistik militer Rusia.

Namun, keluarga belum mengetahui secara pasti proses perekrutan tersebut, termasuk siapa pihak yang merekrut Rendi dan status resmi pekerjaannya selama berada di Rusia.

Sebelum berangkat ke Rusia, Rendi diketahui memiliki pengalaman bekerja di sejumlah daerah. Dia mengawali pekerjaan di Natuna, kemudian sempat pindah ke Batam dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa.

Rendi selanjutnya bekerja di Filipina sebagai teknisi listrik. Setelah beberapa waktu, dia kemudian berangkat ke Rusia untuk bekerja.

"Perjalanan kerjanya memang berpindah-pindah. Dari Natuna dia sempat ke Batam, kemudian ke Jawa, lalu bekerja di Filipina sebelum akhirnya berangkat ke Rusia," tutur Ruskamal.

Keluarga kemudian menerima informasi bahwa Rendi meninggal setelah terkena serangan drone Ukraina pada 20 September 2026.

Hingga Selasa (29/9/2026), keluarga masih menunggu informasi lebih lengkap mengenai proses keberangkatan Rendi ke Rusia, pihak yang merekrutnya, serta status resmi pekerjaan yang dijalaninya.

Keterangan bahwa Rendi terlibat sebagai tentara bayaran juga masih berdasarkan informasi yang diterima keluarga dan rekan-rekannya. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang mengonfirmasi status tersebut.

Editor : Gusti Yennosa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network