KSAD Jenderal Maruli Targetkan 5.000 Jembatan Rampung Tahun Ini, 2.828 Sudah Selesai

Yuwantoro Winduajie
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Foto: Binti Mufarida

JAKARTA, iNewsBatam.id — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menargetkan pembangunan 5.000 jembatan di seluruh Indonesia dapat rampung pada tahun 2026. Hingga Jumat (9/10/2026), sebanyak 2.828 jembatan telah selesai dibangun oleh jajaran TNI AD.

Capaian tersebut disampaikan Maruli saat memaparkan program unggulan TNI AD dalam tatap muka bersama pimpinan redaksi dan perwakilan 37 media nasional di Gedung A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Pemberitaan iNews Media Group Syafril Nasution, Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono, serta pejabat utama Mabesad.

"Sampai dengan saat ini kita sedang mengerjakan 4.477. Baru minggu depan kita akan tambah lagi karena saya sudah berjanji pada Presiden untuk menyelesaikan 5.000 di tahun ini. Sudah selesai 2.828," ujar Maruli, Jumat (9/10/2026).

Maruli menjelaskan, pembangunan jembatan ini berfokus membantu masyarakat di wilayah terpencil dan terisolasi. Kebutuhan akses penyeberangan ini terbukti sangat krusial, terutama saat penanganan bencana alam yang sering memutus jalur distribusi logistik.

Ia mencontohkan respons cepat personel TNI AD saat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saat itu, jalur darat terputus sehingga distribusi bantuan terhambat derasnya arus sungai.

"Orang banyak jalan kaki karena masih hujan sehingga tidak bisa dilewati sungainya, berputar-putar untuk membawa logistik pada membantu masyarakat," ungkapnya.

Untuk menekan anggaran tanpa mengurangi kualitas, TNI AD menerapkan skema swakelola dengan melibatkan prajurit dan masyarakat lokal dalam proses pembangunan. Skema kerja bakti ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan perencanaan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) komersial.

"Yang hanya dikasih makan, dikasih apa, gitu. Ya itulah yang membuat harga yang kami ajukan itu bisa sepertiga bahkan seperempat dari harga RAB," tegas Maruli.

Maruli memastikan program pembangunan akses infrastruktur ini akan terus berlanjut. Pihaknya juga terbuka menerima masukan dari insan pers maupun masyarakat terkait daerah-daerah yang membutuhkan bantuan jembatan hingga krisis air bersih.

"Kalau bapak-ibu yang ada kampungnya kurang air, bisa dilaporkan," tutur Maruli.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network