BMKG Warning El Nino 2026: Siap-Siap Kemarau Jauh Lebih Kering dan Panjang
JAKARTA, iNewsBatam.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026. Berkat pengaruh fenomena El Nino, kemarau tahun ini diprediksi akan jauh lebih kering dibanding kondisi normal, dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Peringatan ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang wilayah Jawa Barat di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad). Agenda ini dipimpin langsung oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak serta dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan jajaran Forkopimda.
Menurut Faisal, potensi El Nino 2026 sebenarnya sudah dipetakan BMKG sejak Maret lalu dan diperkuat oleh rilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada 2 Juni 2026. Hingga akhir Mei, indeks ENSO telah menyentuh angka +1,0 (terkonfirmasi El Nino), dan 28 persen wilayah Indonesia sudah mulai gersang.
Khusus wilayah Jawa Barat, kemarau datang lebih cepat, lebih lama (berdurasi 3 hingga 7 bulan), dan lebih kering dengan curah hujan di bawah normal. Meski begitu, karakteristiknya berbeda tiap wilayah; kawasan Pantura sudah mulai kering di bulan Juni, sementara daerah seperti Bogor masih berpotensi hujan.
Faisal juga mengapresiasi Pemprov Jabar yang mendukung sistem peringatan dini lewat pengadaan radar cuaca terintegrasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memaksimalkan mitigasi risiko kekeringan, menjaga pasokan air bersih, serta mengamankan ketahanan pangan nasional.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar