Profil investasinya juga mengalami pergeseran. Pada 2025, investasi Korea Selatan tersebar pada sektor perikanan, alat transportasi, mesin dan elektronik serta kimia dan farmasi.
Pada semester I 2026, sekitar Rp 1,170 triliun atau 99,6 persen terkonsentrasi pada sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, terutama melalui PT Bandara Internasional Batam.
Momentum tersebut menjadi bekal anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menjadi pembicara dalam South Korea Aero Summit pada 21 hingga 22 Oktober 2026.
Ia memperkenalkan peluang industri penerbangan, perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO), kargo udara serta industri pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.
“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” ujar Fary pada Kamis (22/10).
Menurutnya, pengembangan Hang Nadim perlu terhubung dengan kawasan industri dan rantai pasok global yang didukung dengan kepastian regulasi, kemudahan berusaha dan kepercayaan investor menjadi fondasi untuk menarik investasi berkelanjutan.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
