get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran di Senayang, Satu Rumah dan Dua Speedboat DKP Terbakar

Hilang Saat Berlayar di Laut Lingga, Nakhoda TB Trans Permata 5 Belum Ditemukan

Rabu, 11 Februari 2026 | 18:07 WIB
header img
Nakhoda TB Trans Permata 5 hilang di Perairan Senayang Lingga. Pencarian diperluas hingga 25 Nautical Mile. (Foto: Ruslan/iNews.id)

LINGGA, iNewsBatam.id – Tim SAR Gabungan memperluas pencarian nahkoda TB Trans Permata 5 yang diduga terjatuh ke laut di Perairan Senayang, Kabupaten Lingga.

Memasuki hari kedua operasi, area penyisiran diperlebar hingga 25 nautical mile dari lokasi kejadian, Selasa (11/2/2026).

Korban diketahui bernama Padang Delli Setiyawan (41), warga negara Indonesia yang menjabat sebagai kapten kapal tersebut. Hingga kini, korban masih dalam status pencarian.

Kepala Unit Siaga SAR Lingga, Oktarian, mengatakan pada hari kedua (H.2) operasi, tim bergerak kembali sejak pukul 07.30 WIB sesuai rencana operasi yang telah disusun.

“Memasuki hari kedua, area pencarian kami perluas kurang lebih 25 nautical mile dan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) agar penyisiran lebih efektif,” ujar Oktarian.

Ia menjelaskan, SRU pertama melakukan pencarian menggunakan RIB 05 USS Lingga bersama TB Trans Permata 5. Sementara SRU kedua menyisir menggunakan Boat Pos AL Senayang dan KRI Karotang.

“Seluruh unsur bergerak sesuai sektor masing-masing dan terus berkoordinasi di lapangan untuk memaksimalkan peluang menemukan korban,” tambahnya.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB di koordinat 00° 07’ 04.87” N – 104° 48’ 59.13” E. Lokasi itu berjarak sekitar 51,42 nautical mile dari Unit Siaga SAR Lingga dengan radial 39 derajat. Informasi awal diterima pada Selasa (10/2/2026) pukul 08.25 WIB dari PLP Tanjung Uban.

Berdasarkan kronologis, korban terakhir terlihat berada di kabin kapal sekitar pukul 19.00 WIB. Sekitar satu jam kemudian, saat kru melakukan pergantian jaga, nahkoda tidak ditemukan di area kapal dan diduga telah jatuh ke laut (man over board).

Dalam pelaksanaan operasi, tim SAR juga menghadapi tantangan cuaca di perairan Lingga.

“Kondisi cuaca berawan dengan arah angin dari utara berkisar 8 hingga 11 knot dan tinggi gelombang antara 0,5 sampai 1,5 meter. Meski terdapat angin dan gelombang cukup tinggi, pencarian tetap kami laksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel,” jelas Oktarian.

Operasi SAR ini melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Unit Siaga SAR Lingga, PLP Tanjung Uban, Pos AL Senayang, Polairud Lingga, agen kapal TB Trans Permata 5, serta BPBD Lingga dengan dukungan sejumlah alat utama dan peralatan SAR.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut