get app
inews
Aa Text
Read Next : Batam Siapkan Program Rempang Ceria, Sekolah Terintegrasi Merah Putih untuk Anak Hinterland

BP Batam Bantah Pengamanan Sekolah Merah Putih Rempang untuk Gusur Warga

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:20 WIB
header img
Suasana kantor BP Batam di kawasan Batam Center. (Foto; Gusti Yenossa/iNewsBatam.id)

BATAM, iNewsBatam.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan kehadiran personel di kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Batam, pada Kamis (13/8/2026), merupakan bagian dari pengamanan proyek, bukan penggusuran warga.

Personel diterjunkan untuk memastikan pembangunan sekolah berjalan tertib sekaligus mencegah potensi gesekan antara petugas dan masyarakat di sekitar lokasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan personel di lapangan telah diarahkan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

“Petugas difokuskan untuk menjaga keamanan kawasan pembangunan sehingga proses pekerjaan dapat berjalan dengan tertib,” kata Ariastuty, Selasa (18/8/2026).

Menurut dia, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pengendalian diri. Petugas juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu situasi menjadi lebih tegang.

Ariastuty turut menjelaskan situasi yang terjadi ketika aksi berlangsung pada 13 Agustus 2026. Dalam aksi tersebut, dua peserta disebut sempat berupaya membuka pakaian di lokasi.

Petugas perempuan kemudian memberikan kain penutup kepada peserta aksi.

“Kami memang telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi itu dengan menyiapkan kain jarit untuk digunakan sebagai penutup. Kain tersebut kemudian digunakan untuk menutupi tubuh peserta aksi,” ujarnya.

Ariastuty menegaskan pemberian kain tersebut bukan untuk membatasi penyampaian aspirasi warga. Langkah itu dilakukan untuk menjaga privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi.

“Langkah tersebut dilakukan semata-mata sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi, serta untuk mencegah kondisi tersebut semakin terbuka atau terdokumentasikan secara visual,” katanya.

BP Batam juga menyebut tindakan petugas di lapangan sempat dipersepsikan sebagai aksi saling dorong. Namun, menurut Ariastuty, petugas justru berupaya mencegah situasi berkembang menjadi ketegangan yang lebih besar.

“Sikap tersebut juga merupakan bagian dari arahan pimpinan yang mengedepankan pengendalian diri dan pendekatan persuasif,” katanya.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare.

BP Batam menyatakan sebelum HPL diterbitkan, terdapat empat pihak yang menyampaikan klaim atas lahan tersebut.

Dari empat klaim tersebut, dua di antaranya telah ditindaklanjuti. Sementara dua pihak lainnya belum menyerahkan dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses verifikasi.

BP Batam mengaku telah membuka ruang komunikasi dan dialog dengan pihak-pihak yang menyampaikan klaim. Sejumlah pertemuan juga telah dilakukan untuk memperoleh informasi serta dokumen pendukung.

Namun, proses verifikasi terhadap dua klaim tersebut belum dapat dilanjutkan lantaran dokumen yang dibutuhkan belum diserahkan kepada BP Batam.

Ariastuty mengatakan BP Batam tetap menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan kepastian dan menyelesaikan persoalan melalui mekanisme yang tersedia.

“Yang dilakukan petugas pada 13 Agustus 2026 adalah pengamanan dan pengawalan kegiatan pembangunan. Kami memastikan seluruh personel bekerja sesuai tugasnya dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

BP Batam memastikan komunikasi dengan dua warga yang masih memiliki klaim atas lahan tersebut tetap terbuka. Penyelesaian persoalan lahan akan dilakukan melalui verifikasi dokumen dan mekanisme hukum yang berlaku.

Di sisi lain, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih tetap dilanjutkan. Proyek tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan Rempang-Galang.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut