get app
inews
Aa Text
Read Next : Abu Vulkanik Anak Krakatau Bikin 21 Penerbangan Batam-Jakarta Batal, 2.500 Penumpang Terdampak

Bandara Soetta Ditutup, Penumpang Batam Pilih Refund Tiket 100 Persen

Minggu, 06 September 2026 | 19:37 WIB
header img
Para penumpang tujuan Jakarta mengantre di Bandara Internasional Hang Nadim untuk refund tiket seiring dengan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Bob/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id - Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah calon penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Batam memilih refund tiket 100 persen.

Mereka memilih membatalkan perjalanan dibandingkan melakukan reschedule karena belum adanya kepastian kondisi ruang udara dalam satu hingga dua hari ke depan.

Salah seorang calon penumpang rute Batam-Jakarta, Rina, mengatakan dirinya semula dijadwalkan terbang pukul 13.20 WIB. Namun, setelah mendapat informasi mengenai penutupan sementara Bandara Soetta, dia memutuskan membatalkan penerbangannya.

"Kalau di-schedule juga takutnya belum pasti aman atau kondusif dalam satu atau dua hari ke depan. Jadi saya memilih refund saja," kata Rina saat ditemui di Bandara Hang Nadim, Minggu (6/9/2026).

Menurut Rina, proses penanganan penumpang oleh maskapai berlangsung cukup kooperatif. Penumpang diberikan pilihan pengembalian dana penuh atas tiket yang telah dibeli.

Maskapai juga membantu penumpang yang membeli tiket melalui aplikasi pihak ketiga dengan memfasilitasi penerbitan surat keterangan untuk kebutuhan proses refund.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membuat 21 penerbangan yang terhubung dengan rute Batam-Jakarta dibatalkan pada Minggu (6/9/2026).

Dari jumlah tersebut, 10 merupakan penerbangan kedatangan dan 11 penerbangan keberangkatan. Pembatalan berdampak terhadap sekitar 2.500 penumpang dari empat maskapai nasional.

Empat maskapai tersebut yakni Citilink, Garuda Indonesia, Super Air Jet, dan Batik Air.

Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB) Hang Nadim, Anton Marthalius, mengatakan penyesuaian operasional penerbangan dilakukan dengan mengutamakan faktor keselamatan.

"Keselamatan penerbangan, penumpang, pesawat, dan seluruh personel bandara merupakan prioritas utama. Dasar kita melakukan penundaan atau pembatalan adalah keselamatan," ujar Anton.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut