BATAM, iNewsBatam.id – Puluhan anak di Pulau Bertam, wilayah hinterland Kota Batam, untuk pertama kalinya merayakan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak di pulau terluar yang selama ini jarang menikmati perayaan serupa.
Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Batam, Sri Soedarsono, mengatakan pemilihan Pulau Bertam sebagai lokasi kegiatan bertujuan menghadirkan perhatian yang lebih merata bagi anak-anak di wilayah hinterland.
"Saya merasa kita sudah maju, tetapi anak-anak yang berada di hinterland selalu terlupakan. Saya membuka sekolah di sini sejak tahun 1990-an dan melihat mereka bahkan tidak mengerti apa itu Hari Anak Nasional," ujar Sri, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi yang pertama diselenggarakan di Pulau Bertam. Ke depan, KKKS Batam juga berencana menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, termasuk pemutaran film khusus anak-anak.
Sri menilai persoalan pendidikan di wilayah hinterland masih membutuhkan perhatian serius. Banyak anak yang hanya mampu menempuh pendidikan hingga tingkat SMP karena terbatasnya akses pendidikan lanjutan maupun lapangan pekerjaan.
"Kami berharap Pemerintah Kota Batam dapat menggandeng KKKS untuk menjalankan program pemberdayaan bagi anak-anak di hinterland agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik," katanya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan Pemerintah Kota Batam selama ini berjalan baik. Namun, berbagai kegiatan sosial di Pulau Bertam masih banyak dilaksanakan secara mandiri oleh KKKS.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Anak Nasional 2026 KKKS Batam, Asnawati Atiq, mengatakan anak-anak di wilayah hinterland memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan merasakan kebahagiaan seperti anak-anak di kawasan perkotaan.
"Anak-anak di sini tidak seperti kita di mainland yang serba ada. Mereka terlihat sangat senang dengan kedatangan kami. Mereka bahagia," ujarnya.
Asnawati menjelaskan, peserta kegiatan berasal dari Pulau Bertam, Pulau Lingke, dan Pulau Gara. Kehadiran mereka telah dipersiapkan agar peringatan Hari Anak Nasional dapat dinikmati anak-anak dari sejumlah pulau sekitar.
Ia menyebut Pulau Bertam dihuni sekitar 700 jiwa. Karena itu, kegiatan di wilayah hinterland diharapkan menjadi langkah nyata dalam pemerataan pemenuhan hak-hak anak di Kota Batam.
Di sisi lain, anggota DPRD Batam Asmawati mengatakan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak tetap menjadi perhatian meski Batam telah menyandang predikat Kota Layak Anak.
"Kebetulan saya juga Ketua Panitia Khusus DPRD Batam terkait Kota Layak Anak. Kalau masih ada anak yang mengalami kekerasan, tentu menjadi perhatian kami. Pendatang juga terus didata oleh dinas terkait sehingga dengan cara itu kami berharap kasus kekerasan terhadap anak bisa ditekan," katanya.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
