Terbongkar Lewat CCTV dan HP
Kasus mulai terungkap setelah tim Jatanras dan Buser Macan Barelang memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian. Selama hampir dua jam penelusuran, polisi tidak menemukan tanda-tanda adanya aksi begal.
Kecurigaan penyidik semakin kuat ketika RL beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan lanjutan.
Polisi kemudian memanggil orangtua RL yang sebelumnya ikut mendampingi saat membuat laporan. Setelah datang ke Polresta Barelang, RL akhirnya diperiksa lebih intensif.
“Awalnya dia tidak mau mengaku, tetapi setelah kami memeriksa ponselnya, dia tidak bisa mengelak lagi,” kata Ade.
Dari telepon seluler RL, polisi menemukan riwayat pencarian Google tentang hukuman bagi pelaku laporan palsu kepada kepolisian. Temuan itu membuat RL akhirnya mengakui seluruh cerita pembegalan hanyalah rekayasa.
Polisi juga menemukan bahwa pengakuan RL berjalan kaki ke Polsek Lubuk Baja tidak benar. Ia ternyata datang menggunakan ojek online dari tempat kerjanya.
“Semua itu dilakukan karena takut kepada orangtuanya. Motor yang digadaikan itu digunakan ayahnya untuk bekerja,” ujar Ade.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
