BATAM, iNewsBatam.id - Sebanyak 21 penerbangan rute Batam-Jakarta dan sebaliknya di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dibatalkan pada Minggu (6/9/2026). Pembatalan tersebut berdampak terhadap sekitar 2.500 calon penumpang.
Keputusan itu diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian operasional penerbangan.
Direktur Operasi PT Bandara Internasional Batam (BIB) Hang Nadim, Anton Marthalius, mengatakan 21 penerbangan yang dibatalkan terdiri atas 10 penerbangan kedatangan dan 11 penerbangan keberangkatan yang terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta.
"Keselamatan penerbangan, penumpang, pesawat, dan seluruh personel bandara merupakan prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Dasar kita melakukan penundaan atau pembatalan adalah keselamatan," ujar Anton di Batam, Minggu (6/9/2026).
Pembatalan penerbangan tersebut berdampak pada empat maskapai nasional. Citilink menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terdampak terbanyak, yakni delapan penerbangan dengan total 880 penumpang.
Garuda Indonesia mencatat enam penerbangan terdampak yang membawa 654 penumpang. Selanjutnya Super Air Jet sebanyak empat penerbangan dengan 584 penumpang.
Sementara Batik Air mencatat tiga penerbangan terdampak dengan jumlah 401 penumpang.
Dengan demikian, total penumpang dari empat maskapai yang terdampak mencapai 2.519 orang.
49 Penerbangan Lain Tetap Beroperasi
Meski konektivitas Batam-Jakarta terganggu, operasional penerbangan menuju sejumlah destinasi lainnya masih berjalan.
Anton mengatakan terdapat 49 penerbangan domestik dan internasional lainnya yang tetap beroperasi dengan melayani sekitar 6.283 penumpang.
Sejumlah rute tersebut antara lain Kuala Lumpur, Kualanamu, Pekanbaru, Pontianak, Padang, Palembang, Semarang, Surabaya, hingga Ranai.
Pengelola Bandara Hang Nadim juga menyiagakan petugas untuk menjaga pelayanan di terminal, termasuk bagi calon penumpang yang sudah terlanjur berada di ruang tunggu.
"Untuk penumpang yang sudah berada di ruang tunggu, kami melakukan pemulihan layanan, termasuk pemberian air mineral pada tahap awal. Kami juga terus berkoordinasi dengan AirNav, maskapai, dan pihak penanganan darat untuk memitigasi dampak keterlambatan," kata Anton.
Anton meminta calon penumpang, khususnya pengguna rute Batam-Jakarta, memeriksa status penerbangan secara mandiri melalui situs web atau kanal komunikasi resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Bagi penumpang yang telah mendapatkan informasi pembatalan, mereka diminta tidak perlu datang ke Bandara Hang Nadim dan cukup mengikuti informasi lanjutan dari maskapai.
"Jika sudah mendapatkan informasi bahwa penerbangan dibatalkan, tidak perlu datang ke bandara. Pengguna jasa diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi dari kanal resmi maskapai," tuturnya.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
