Sekolah di Kepri Bebas Pilih Tatap Muka atau BDR Saat Kabut Asap

Pratamayude
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung.

TANJUNGPINANG, iNewsBatam.id - Dinas Pendidikan Kepulauan Riau (Kepri) menyerahkan keputusan pelaksanaan pembelajaran kepada masing-masing sekolah di tengah masih terdeteksinya sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekolah dapat memilih pembelajaran tatap muka atau belajar dari rumah (BDR) dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan lingkungan di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung mengatakan keputusan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi setiap daerah karena kualitas udara dan dampak kabut asap tidak sama.

“Pada satuan pendidikan masing-masing apakah tetap belajar langsung atau belajar dari rumah, biarkan daerah yang mengambil langkah,” ujar Andi Agung, Senin (28/9/2026).

Menurut Andi Agung, surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran sebelumnya tidak bersifat mengikat. Saat ini terdapat dua surat edaran yang menjadi acuan, yakni dari Dinas Pendidikan Kepri dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri.

“Karena surat edaran yang pertama tidak mengikat. Ada dua surat edaran, yang pertama dikeluarkan Disdik, yang kedua dikeluarkan Sekda. Saat ini sudah berjalan dengan baik,” katanya.

Dia meminta kepala sekolah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengetahui kondisi kualitas udara sebelum menentukan pola pembelajaran.

“Ambil saja langkah apabila itu sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengetahui tingkat ketinggian bahaya asap. Kalau memang di atas 110 itu berpotensi ISPA bagi anak,” ujarnya.

Andi Agung menegaskan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah kegiatan belajar tetap dilakukan di sekolah atau dialihkan ke rumah.

“Kesehatan anak-anak yang utama bagi kita. Kita lihat beberapa hari ini, kita serahkan kepada satuan pendidikan,” katanya.

Kebijakan itu juga tidak diberlakukan seragam di seluruh Kepri. Dinas Pendidikan Kepri membawahi lima kabupaten dan dua kota dengan kondisi wilayah yang berbeda.

“ Mungkin seperti Natuna masih BDR (Belajar di Rumah). Kita tidak bisa samakan beberapa daerah,” kata dia.

Kualitas Udara Batam Sedang

Sementara itu, kualitas udara di Batam pada Senin pagi berada dalam kategori sedang. BMKG masih mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Kepri.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Riska, mengatakan berdasarkan citra sebaran asap pukul 08.00 WIB, asap bergerak ke arah barat laut hingga utara.

Berdasarkan data kualitas udara pukul 09.00 WIB, indikator kualitas udara di Batam tercatat 40,1 µg/m³ dan masuk kategori sedang.

Meski belum masuk kategori berbahaya, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, mencukupi kebutuhan air, serta memantau kondisi kesehatan. Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera mendapatkan pertolongan medis.

Kabut asap juga perlu diwaspadai pengguna jalan karena berpotensi mengurangi jarak pandang. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan kendaraan.

Editor : Gusti Yennosa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network