Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kurir Sabu Jaringan Malaysia Ditangkap di Karimun, Upah Rp2 Juta Sekali Kirim
Advertisement . Scroll to see content

Dihantam Kabut Asap dan Listrik Padam, Dispar Kepri Minta Industri Tetap Jaga Kualitas Layanan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:33 WIB
  • author Pratamayude
Dihantam Kabut Asap dan Listrik Padam, Dispar Kepri Minta Industri Tetap Jaga Kualitas Layanan
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan. (Foto: Yude/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Dispar Kepri) meminta pelaku industri pariwisata tetap menjaga kualitas pelayanan di tengah gangguan listrik yang sempat terjadi dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.

Langkah ini dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan wisatawan terhadap Kepri sebagai destinasi liburan.

Kepala Dispar Kepri Hasan mengatakan keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas seluruh pelaku pariwisata, mulai dari Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang hingga daerah lainnya.

 

Menurut Hasan, Kepri memiliki keunggulan sebagai destinasi wisata karena lokasinya strategis dan dekat dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Kepri juga memiliki pasar wisatawan potensial dari India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.

“Kami mengajak seluruh pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara maupun nusantara,” ujar Hasan, Sabtu (17/10/2026).

Terkait gangguan kelistrikan yang terjadi sebelumnya, Hasan menyebut kondisi tersebut telah kembali normal. Dia mengapresiasi langkah cepat PLN Batam, pemerintah daerah, dan aparat keamanan yang berkoordinasi dalam proses pemulihan.

Sementara itu, mengenai kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kepri, Hasan menjelaskan asap tersebut merupakan kiriman dari luar daerah. Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap.

Meski demikian, pelaku pariwisata dan wisatawan diminta tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta menjaga kesehatan.

Informasi mengenai situasi terkini juga perlu disampaikan secara akurat agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan baik.

Hasan menegaskan, gangguan listrik dan kabut asap tidak seharusnya membuat wisatawan mengabaikan beragam pilihan destinasi yang tersedia di Kepri.

Wisatawan masih dapat menikmati berbagai aktivitas, mulai dari wisata bahari dan alam hingga wisata dalam ruangan.

“Selain wisata alam dan bahari, tersedia pula pilihan wisata dalam ruangan seperti MICE, wellness, pusat perbelanjaan, dan kuliner. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi kondisi terkini dan menjaga kesehatan selama beraktivitas,” katanya.

Wisatawan yang beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker apabila diperlukan, terutama jika kualitas udara belum sepenuhnya membaik.

Menurut Hasan, menjaga kenyamanan wisatawan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh pelaku usaha pariwisata.

Pelayanan yang ramah, informasi yang jelas, transportasi yang aman, serta kesiapan petugas di pintu masuk menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman berwisata yang positif.

Dia turut mengapresiasi dukungan unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority (CIQP), ASITA, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), pramuwisata, serta penyedia jasa transportasi pariwisata.

“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kami berharap koordinasi dan kualitas pelayanan terus diperkuat agar setiap wisatawan yang datang ke Kepri merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman berwisata yang baik,” ujarnya.

Hasan berharap seluruh pemangku kepentingan terus menjaga standar pelayanan dan mengutamakan keselamatan wisatawan.

Dengan koordinasi yang baik, Kepri diharapkan tetap menjadi destinasi menarik dan nyaman bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Editor: Gusti Yennosa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut