Wisman Beralih ke Hotel Bintang Tiga di Batam, Dispar Kepri: Tren Berubah
BATAM, iNewsBatam.id – Tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam mengalami pergeseran. Jika sebelumnya hotel berbintang tinggi menjadi pilihan utama, kini wisman lebih banyak memilih hotel bintang tiga dengan tarif yang lebih terjangkau.
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, mengatakan fenomena ini terlihat dari tingkat hunian hotel kelas menengah yang relatif stabil, bahkan cenderung penuh, terutama oleh wisatawan asal Singapura.
“Hotel dengan tarif di bawah Rp1 juta justru banyak diminati. Ini menunjukkan wisman sekarang lebih selektif dalam pengeluaran,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Hasan, perubahan tren ini dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik yang membuat wisatawan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.
Dampaknya, tingkat hunian hotel bintang empat dan lima mulai mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Meski begitu, ia menilai peluang bagi hotel berbintang tinggi masih terbuka, terutama jika mampu menarik pasar melalui penyelenggaraan event internasional serta kerja sama strategis dengan pemerintah pusat.
“Kalau ada kegiatan internasional, biasanya tamu-tamu penting akan menginap di hotel bintang empat dan lima. Ini yang perlu terus didorong,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama Kementerian Pariwisata perlu memperkuat sinergi untuk menghadirkan lebih banyak agenda berskala global di Batam agar seluruh segmen industri perhotelan dapat bergerak seimbang.
Di tengah pergeseran tren tersebut, Dispar Kepri juga menyoroti tekanan biaya operasional yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga biaya logistik.
Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha serta tenaga kerja di sektor perhotelan.
Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk mengusulkan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat guna menjaga stabilitas industri pariwisata.
“Yang terpenting adalah komitmen bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah, agar sektor pariwisata tetap tumbuh di tengah tantangan yang ada,” tutupnya.
Editor : Gusti Yennosa