BATAM, iNewsBatam.id - Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengecek langsung kondisi sumber air di kawasan Nongsa setelah ratusan warga Kavling Bakau Serip memprotes krisis air bersih yang berlangsung hampir tiga bulan.
Amsakar mengatakan hasil peninjauan menunjukkan elevasi air Waduk Nongsa kini hanya sekitar 5,5 meter. Padahal, ketinggian normal waduk tersebut berada di angka 10 meter.
"Posisi waduk itu normalnya 10 meter, tapi posisi hari ini sudah 5,5 meter," kata Amsakar, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya kekurangan sekitar 4,5 meter dari rata-rata ketinggian air waduk. Kondisi itu turut memengaruhi ketersediaan debit air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Sehingga ada kekurangan di debit air, kurang lebih 4,5 meter dari rata-rata waduk," ujarnya.
Peninjauan waduk dilakukan Amsakar setelah mendapat laporan mengenai persoalan air bersih di kawasan Kavling Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa.
Sebelumnya, warga memblokade akses menuju kawasan Nongsa Digital Park (NDP) sebagai bentuk protes. Mereka membawa ember dan galon kosong untuk menyuarakan kesulitan mendapatkan air bersih yang telah berlangsung hampir tiga bulan.
Warga sebelumnya menuding aktivitas proyek data center di kawasan NDP berkaitan dengan persoalan pasokan air. Namun, tudingan tersebut masih menjadi keluhan warga.
Untuk mengatasi persoalan pasokan air, Amsakar mengatakan BP Batam telah melakukan sejumlah langkah. Salah satunya dengan memasukkan jaringan pipa dari kawasan Kebun Raya.
Amsakar meminta pekerjaan penyambungan pipa tersebut dipercepat sehingga pasokan air ke permukiman warga dapat kembali normal.
"Saya minta bagaimana pekerjaan hari ini bisa selesai dalam waktu 24 jam. Insya Allah malam besok sudah selesai," katanya.
Menurut Amsakar, percepatan pekerjaan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kembali tekanan air yang diterima masyarakat.
Selain mengandalkan langkah teknis tersebut, Amsakar berharap hujan kembali turun untuk menambah cadangan air di waduk.
"Mudah-mudahan akan ada hujan berikutnya," ujarnya.
Krisis air bersih di kawasan Nongsa sebelumnya memicu aksi warga hingga akses menuju NDP diblokade. Pemerintah kemudian melakukan sejumlah langkah untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sembari memperbaiki sistem pasokan air.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
