Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan hubungan Penang dan Kepri memiliki modal kuat untuk dikembangkan karena terdapat kesamaan karakter dan budaya.
"Kita memiliki karakter dan budaya yang relatif sama. Itu menjadi kekuatan tersendiri. Di sisi lain, kita juga memiliki berbagai daya tarik wisata yang berbeda," ujar Hasan.
Menurut dia, perbedaan daya tarik tersebut justru dapat menjadi peluang bagi kedua wilayah. Selama ini, masyarakat Kepri lebih banyak mengenal sejumlah destinasi Malaysia seperti Johor, Malaka dan Kuala Lumpur.
Kehadiran Penang dapat memberikan pilihan baru bagi wisatawan Kepri. Sebaliknya, Kepri juga dapat memanfaatkan Penang sebagai pintu masuk wisatawan dari wilayah utara Malaysia.
Wisatawan dari Penang dan kota-kota di sekitarnya dinilai berpotensi diarahkan untuk mengunjungi Batam maupun sejumlah destinasi lain di Kepri.
Ketua Umum DPP ASTINDO Pauline Suharno mengatakan potensi pasar wisata dua arah tersebut sudah terlihat. Bahkan sebelum tersedia penerbangan langsung, sekitar 11 bus dari Penang disebut telah masuk ke Batam melalui jalur darat.
"Potensi pasarnya sudah ada. Apalagi dengan adanya penerbangan langsung, tentu akan semakin memudahkan masyarakat melakukan perjalanan dari Batam ke Penang maupun sebaliknya," katanya.
Kerja sama pariwisata Penang dan Kepri pun tidak hanya diarahkan untuk mendatangkan wisatawan. Pelaku industri perjalanan juga memiliki peluang menyusun paket wisata dua arah.
Dengan konsep tersebut, wisatawan Penang dapat menjelajahi destinasi Batam dan daerah lain di Kepri. Pada saat yang sama, masyarakat Kepri mendapat lebih banyak pilihan untuk menikmati wisata Penang.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
