Kisah Kapolda Kepri Suhendri, Anak Minang yang Pernah Bermimpi Jadi Pedagang

Loberto Boli
Kapolda Kepri, Irjen Pol Suhendri. (Foto: Bob/iNews.id)

Anak Minang yang Pernah Mimpi Jadi Pedagang

Dengan gaya santai, Suhendri bercerita tentang keluarganya di kampung halaman. Orang tuanya dahulu memiliki rumah makan yang menjadi tempat persinggahan bus-bus pada masanya.

Kehidupan di sekitar rumah makan itu menjadi bagian dari kenangan masa kecilnya. Ia pun sempat membayangkan jalan hidup yang berbeda jika tidak memilih menjadi anggota Polri.

“Orang tua saya di kampung itu punya rumah makan. Biasanya tempat bus-bus berhenti makan zaman dulu. Kalau saya tidak jadi anggota polisi, mungkin saat ini saya tidak merantau. Ambo manggaleh,” ujarnya sambil tersenyum.

Dalam bahasa Minangkabau, ambo manggaleh berarti saya berdagang.

Ucapan sederhana itu memperlihatkan kemungkinan hidup yang pernah terlintas di benaknya. Jika tidak mengenakan seragam polisi, bukan tidak mungkin Suhendri meneruskan jejak keluarganya di dunia usaha.

Namun, jalan hidup membawanya memilih profesi kepolisian. Dari satu penugasan ke penugasan lain, kariernya terus berjalan hingga dipercaya memimpin Polda Kepri.

Bagi masyarakat Minangkabau, merantau lekat dengan semangat mencari pengalaman, membangun kehidupan, dan mengemban tanggung jawab. Dalam perjalanan Suhendri, nilai tersebut bertemu dengan tuntutan pengabdian sebagai anggota Polri.

Pilihan menjadi polisi juga berarti menjalani kehidupan dengan tanggung jawab yang tidak ringan. Penugasan menuntutnya siap menghadapi berbagai persoalan, sekaligus menjalani hari-hari jauh dari kampung halaman dan keluarga.

Editor : Gusti Yennosa

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network