BATAM, iNewsBatam.id - Secarik kertas di dalam kantong bantuan membuat sejumlah pekerja informal menitikkan air mata. Di balik sembako dan uang tunai yang diterima, terselip pesan penyemangat yang menyentuh hati mereka.
Momen haru itu terlihat dalam sejumlah video yang diunggah melalui media sosial ANTI SAKIT. Petugas kebersihan dan pedagang asongan tampak terharu setelah membaca pesan yang disertakan dalam bantuan tersebut.
Bagi mereka yang sehari-hari mengandalkan penghasilan tak menentu, bantuan itu bukan sekadar tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Perhatian yang menyertainya juga menghadirkan perasaan bahwa kerja keras mereka tidak luput dari penghargaan.
Di tengah hiruk-pikuk kota, tukang becak menunggu penumpang, petugas kebersihan menyapu jalanan, dan pedagang asongan menawarkan dagangan demi mendapatkan penghasilan. Setiap rupiah yang terkumpul menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di balik rutinitas tersebut, ada lelah dan perjuangan yang tidak selalu terlihat. Karena itu, perhatian sederhana yang datang bersama bantuan bisa memiliki makna lebih dari sekadar nilai materi.
Program berbagi sembako dan uang tunai tersebut digagas Komjen Pol Asep Safrudin, mantan Kapolda Kepulauan Riau yang kini menjabat Kabareskrim Polri.
Program itu menggunakan nama ANTI SAKIT dengan logo AS-15. Asep sebelumnya menjelaskan, AS merupakan singkatan dari namanya, sedangkan angka 15 merujuk pada tanggal lahirnya.
Program tersebut menyasar masyarakat yang bekerja di sektor informal, seperti tukang becak, petugas kebersihan, pedagang asongan, dan pekerja lain yang mengandalkan penghasilan harian.
Bantuan diberikan secara langsung dalam bentuk paket sembako dan uang tunai. Menurut Asep, penyalurannya mengutamakan ketertiban, keamanan, kesopanan, serta kenyamanan penerima.
"Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk memperoleh bantuan," jelasnya.
Pendekatan program ini tidak berhenti pada pemberian kebutuhan pokok dan uang tunai. Pesan tertulis yang diselipkan di dalam kantong bantuan menjadi bagian dari upaya menghadirkan perhatian secara personal.
Kalimat penyemangat tersebut diharapkan dapat mengingatkan penerima bahwa pekerjaan yang mereka lakukan memiliki nilai dan perjuangan mereka layak dihargai.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
