Musda VI IJTI Kepri Tetapkan Gusti Yennosa Ketua Periode 2026–2030
TANJUNGPINANG – Musyawarah Daerah (Musda) VI Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (Pengda IJTI) Kepulauan Riau menetapkan Gusti Yennosa kembali sebagai ketua untuk periode 2026–2030. Musda berlangsung di Hotel Pelangi, Tanjungpinang, Jumat (30/1/2026).
Dalam forum tertinggi organisasi jurnalis televisi di Kepulauan Riau tersebut, Gusti Yennosa yang akrab disapa Oca meraih dukungan mayoritas mutlak peserta Musda.
Dari total 28 suara sah, Oca memperoleh 26 suara, sementara dua kandidat lainnya, Alboin dan Riki Ramadhoni, hanya meraih sisa suara dengan selisih yang cukup jauh.
Musda VI IJTI Kepri diikuti perwakilan jurnalis televisi dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau, meliputi Bintan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna, serta Batam dan Tanjungpinang.
Kemenangan telak tersebut menegaskan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan Oca pada periode sebelumnya, 2021–2026.
Keberlanjutan kepemimpinan dinilai penting untuk menjaga soliditas organisasi dan memperkuat peran jurnalis televisi di wilayah perbatasan.
Gusti Yennosa dikenal sebagai jurnalis televisi dengan pengalaman panjang. Ia telah menekuni dunia jurnalistik selama belasan tahun dan saat ini aktif bekerja di MNC Group.
Selain menjabat Ketua Pengda IJTI Kepri, Oca juga mengemban amanah sebagai Koordinator Wilayah Sumatra, yang membuat kiprahnya di tingkat regional dan nasional semakin teruji.
Musda VI IJTI Kepri turut dihadiri jajaran Pengurus Pusat IJTI, di antaranya Wakil Ketua Umum IJTI Wahyu Triyogo dan Sekretaris Jenderal IJTI Usmar Almarwan. Kehadiran pengurus pusat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses demokrasi organisasi di daerah.
Jalannya Musda dipimpin oleh Agus Siswanto selaku pimpinan sidang. Seluruh tahapan pemilihan berlangsung tertib dan demokratis, mencerminkan komitmen IJTI dalam menjunjung tinggi etika, integritas, serta profesionalisme jurnalis televisi.
Dengan terpilihnya kembali Gusti Yennosa, IJTI Kepri diharapkan semakin solid, adaptif menghadapi tantangan industri media televisi, serta terus menjadi wadah perjuangan profesionalisme jurnalis di Kepulauan Riau selama periode 2026–2030.
Editor : Gusti Yennosa