get app
inews
Aa Text
Read Next : Kapal Terbalik di Perairan ASL Tanjung Uncang Batam, 3 Tewas dan 1 Hilang

Kapal Terbalik di Perairan ASL Batam, Perusahaan Tanggung Santunan dan Asuransi Korban

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:38 WIB
header img
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Batam. (Foto: ist)

BATAM, iNewsBatam.id – Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan akan memberikan santunan serta menanggung seluruh biaya asuransi dan pemakaman korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Perusahaan menyatakan bertanggung jawab penuh terhadap para kru kapal yang menjadi korban dalam kecelakaan laut tersebut.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh. Fatur Akbar mengatakan pihaknya telah menyiapkan santunan bagi para korban serta memastikan seluruh kebutuhan keluarga korban ditanggung hingga proses pemakaman selesai.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengurus asuransi, dan menanggung seluruh biaya pemakaman, baik yang dilaksanakan di Batam maupun di luar kota sampai prosesnya selesai,” ujar Fatur saat dihubungi, Sabtu (7/3/2026).

Fatur menjelaskan saat insiden terjadi terdapat lima kru berada di dalam kapal tugboat yang tengah melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain di kawasan galangan kapal tersebut.

Ia menegaskan seluruh kru kapal berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal, sehingga memiliki hubungan kerja langsung dengan perusahaan tersebut, bukan dengan manajemen PT ASL.

“Kami merupakan perusahaan yang mengelola kru. Para awak kapal memiliki kontrak kerja dengan kami. Jadi kami yang menyediakan dan mengatur kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” katanya.

Berdasarkan keterangan kru yang selamat, kecelakaan diduga terjadi akibat arus laut yang cukup kuat di perairan sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik.

Saat peristiwa berlangsung, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara beberapa lainnya masih berada di dalam kapal.

“Dari keterangan kru yang selamat, arus laut saat itu cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai standar operasional prosedur,” ujar Fatur.

Ia menambahkan perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban untuk memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan mereka telah menerima penjelasan dari perusahaan,” katanya.

Sebelumnya, kecelakaan laut terjadi di perairan PT ASL Tanjung Uncang pada Jumat (6/3) sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal tugboat tengah menarik kapal kargo.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli mengatakan laporan kejadian diterima pada pukul 17.57 WIB.

Dari lima kru yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede yang menjabat chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik sebagai kepala kamar mesin (KKM).

Sementara korban yang selamat adalah M. Habib Ansyari. Sedangkan satu kru lainnya, Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer, hingga kini masih dalam pencarian.

Operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Vessel Traffic Service Batam, Ditpolairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam.

Hingga saat ini proses pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut