Cerita Sunyi Pasangan Lansia di Pesisir Tarempa
ANAMBAS, iNewsBatam.id – Langit Tarempa mulai menguning ketika sejumlah personel Polsek Siantan melangkah masuk ke kawasan Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Jumat (15/5/2026) petang.
Di antara deretan rumah kayu masyarakat pesisir, langkah mereka berhenti di sebuah rumah tua bercat kusam yang mulai dimakan usia.
Rumah sederhana itu menjadi tempat pasangan lansia, Sahab (90) dan istrinya, Siti (85), menghabiskan masa tua dalam kondisi serba terbatas.
Kedatangan rombongan polisi sempat membuat Sahab kebingungan. Dengan langkah perlahan, pria renta itu keluar rumah sambil mencoba memahami maksud kedatangan para tamu yang datang.
Pendengarannya yang mulai berkurang membuat Sahab beberapa kali mendekat ketika personel kepolisian memperkenalkan diri.
Namun suasana perlahan mencair saat polisi menjelaskan kedatangan mereka untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan sosial.
Wajah Sahab yang semula tampak tegang berubah haru. Senyum kecil mulai terlihat di wajah pria yang telah puluhan tahun tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Anambas tersebut.
Saat rombongan masuk ke dalam rumah, suasana sederhana begitu terasa. Sebagian dinding kayu tampak lapuk, sementara di kamar kecil di bagian dalam rumah, Siti hanya bisa terbaring di atas kasur karena kondisi fisiknya yang terus menurun.
Meski hidup dalam keterbatasan, pasangan lansia itu tetap menyambut kedatangan polisi dengan penuh rasa syukur.
Bertahan di Usia Senja
Di sela suasana hangat sore itu, Sahab perlahan mulai bercerita tentang perjalanan hidupnya. Dengan suara lirih, ia mengaku berasal dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sebelum akhirnya menetap di Anambas sejak puluhan tahun silam.
“Saya ke Anambas tahun 73, saya asli orang Minang, dari Padang saya,” ucap Sahab pelan.
Semasa muda, Sahab bekerja sebagai nelayan. Laut menjadi tempatnya mencari nafkah demi menghidupi keluarga.
Namun usia membuat tubuhnya tak lagi kuat. Bahkan untuk berjalan menuju masjid yang jaraknya tidak jauh dari rumah pun kini terasa berat.
“Beberapa hari belakangan ini saya salat di rumah saja,” katanya.
Sebelumnya, Sahab masih berusaha pergi ke masjid menggunakan tongkat. Kini langkah itu tak lagi mampu ia lakukan.
“Sekarang saya mau ke masjid sudah tidak kuat lagi. Biasanya pakai tongkat, tapi sekarang sama sekali tidak bisa,” ujarnya lirih.
Sementara itu, kondisi Siti juga terus menurun. Penglihatannya mulai terganggu dan sebagian besar waktunya hanya dihabiskan di atas tempat tidur.
Kondisi pasangan lansia tersebut membuat jajaran Polsek Siantan tergerak datang langsung memberikan bantuan sekaligus dukungan moril.
Dalam kegiatan itu, polisi menyerahkan dua paket sembako berisi beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir. Selain itu, ada pula susu UHT dan biskuit untuk membantu kebutuhan harian pasangan lansia tersebut.
Tak hanya menyerahkan bantuan, personel kepolisian juga tampak berbincang santai dengan Sahab dan Siti. Suasana kekeluargaan terasa di dalam rumah sederhana itu. Sesekali terdengar tawa kecil ketika para personel mencoba menghibur pasangan lansia tersebut.
Bagi jajaran Polsek Siantan, kegiatan itu bukan sekadar rutinitas sosial, tetapi juga bentuk membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.
Bergantung pada Cucu yang Melaut
Di usia yang hampir menyentuh satu abad, Sahab dan Siti kini bergantung kepada cucu-cucu mereka untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Namun kondisi keluarga itu juga tidak mudah. Para cucu bekerja sebagai nelayan dan kerap melaut dalam waktu cukup lama demi mencari nafkah.
Sebelum pergi melaut, mereka biasanya datang mengantar makanan dan obat-obatan untuk kedua lansia tersebut. Dalam kondisi tertentu, Sahab dan Siti harus tinggal berdua di rumah sambil menunggu cucu mereka pulang dari laut.
Kapolsek Siantan Iptu Dodi Setiawan mengatakan kegiatan sosial seperti itu akan terus dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan. Polri harus selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan bahwa polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir memberikan perhatian dan bantuan sosial,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri, media, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Siantan.
Menjelang malam, rombongan kepolisian berpamitan meninggalkan rumah pasangan lansia itu. Sahab berdiri perlahan di depan pintu rumah, sementara Siti tetap terbaring di dalam kamar.
Di tengah senja Tarempa yang mulai gelap, rumah tua itu kembali sunyi. Namun sore itu, Sahab dan Siti setidaknya tahu bahwa masih ada yang datang membawa perhatian di usia senja mereka.
Editor : Gusti Yennosa