get app
inews
Aa Text
Read Next : Bareskrim Polri Beberkan Tiga Dugaan Teknis Pemicu Putusnya Kabel SUTET yang Bikin Sumatra Blackout

Bareskrim Polri Pastikan Tidak Ada Indikasi Sabotase dalam Kasus Blackout Sumatra

Senin, 25 Mei 2026 | 12:51 WIB
header img
Bareskrim Polri mengungkapkan temuan baru terkait insiden pemadaman listrik masal atau blackout yang melanda wilayah Sumatra. Foto: Dok

JAKARTA, InewsBatam.id - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkapkan temuan baru terkait insiden pemadaman listrik masal atau blackout yang melanda wilayah Sumatra.

Berdasarkan proses pendalaman dan pemeriksaan saksi di lapangan, pihak kepolisian mendapati keterangan dari sejumlah warga yang mengaku sempat mendengar suara ledakan keras sesaat sebelum pasokan listrik padam total.

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026.

Menurut penuturan Irjen Nunung, kesaksian dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian menjadi bukti krusial yang memperkuat analisis kepolisian di lapangan. Suara ledakan tersebut dilaporkan terdengar di area sekitar tower transmisi, yang kemudian langsung diikuti dengan mati lampu di permukiman sekitarnya.

Temuan mengenai adanya ledakan yang mendahului pemadaman ini sekaligus menjadi salah satu faktor kuat yang membantah dugaan adanya aksi sabotase atau kesengajaan manusia dalam peristiwa kelistrikan tersebut.

Lebih lanjut, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kesaksian mengenai suara ledakan ini disampaikan oleh sejumlah warga yang bermukim di dekat jaringan transmisi listrik yang mengalami gangguan fatal.

Titik lokasi tersebut berada di wilayah Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Hingga saat ini, Bareskrim bersama tim teknis masih terus mendalami penyebab utama munculnya ledakan pada komponen transmisi utama tersebut.

Menurut dia, saksi yang dimintai keterangan di antaranya Ketua RT serta warga setempat. Mereka tinggal tidak jauh dari lokasi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang mengalami putus kabel.

Nunung mengungkapkan, tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Tindak Pidana Umum, Puslabfor Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan PT PLN telah melakukan investigasi lapangan pada Minggu, 24 Mei 2026. 

Pemeriksaan dilakukan di sekitar tower 175 dan tower 176 jalur transmisi listrik di Desa Temino yang diduga menjadi titik awal gangguan sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera.

“Hasil identifikasi awal diketahui bahwa pada Jumat tanggal 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.44 WIB, telah terjadi gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh di wilayah Jambi," ujarnya.

Dari pemeriksaan lapangan, polisi menemukan kabel transmisi dalam kondisi putus. Namun, struktur tower transmisi disebut masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.

Berdasarkan temuan sementara, putusnya kabel diduga terjadi mendadak akibat cuaca buruk dan gangguan teknis pada jaringan transmisi.

“Adapun dugaan sementara penyebab terputusnya kabel transmisi masih dalam proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan, antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem," paparnya.

Ia menegaskan, sejauh ini penyidik tidak menemukan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut.

“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut," ucapnya.

Nunung mengatakan, kesimpulan awal itu juga didasarkan pada bentuk kerusakan kabel yang dinilai tidak menyerupai hasil pemotongan.

“Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," ungkapnya.

Akibat gangguan transmisi tersebut, sistem kelistrikan Sumatera mengalami ketidakstabilan frekuensi dan tegangan yang memicu pembangkit listrik trip secara berantai.

Dampaknya, pemadaman massal terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.

Namun, polisi memastikan saat ini sistem kelistrikan di Sumatera sudah pulih sepenuhnya. “Berdasarkan keterangan resmi dari PT PLN, pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah kembali normal 100 persen serta beroperasi dengan aman dan stabil,” tutup Nunung.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut