get app
inews
Aa Text
Read Next : Bareskrim Polri Pastikan Tidak Ada Indikasi Sabotase dalam Kasus Blackout Sumatra

Bareskrim Polri Beberkan Tiga Dugaan Teknis Pemicu Putusnya Kabel SUTET yang Bikin Sumatra Blackout

Senin, 25 Mei 2026 | 12:56 WIB
header img
Bareskrim) Polri membeberkan hasil penyelidikan terkini mengenai insiden pemadaman listrik masal atau blackout yang sempat melumpuhkan sebagian besar Pulau Sumatra. Foto:Dok

JAKARTA, iNewsBatam.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membeberkan hasil penyelidikan terkini mengenai insiden pemadaman listrik masal atau blackout yang sempat melumpuhkan sebagian besar Pulau Sumatra.

Berdasarkan investigasi gabungan yang melibatkan tim Bareskrim, Puslabfor, dan PT PLN, pihak kepolisian mendeteksi tiga dugaan teknis utama yang menjadi pemicu putusnya kabel transmisi interkoneksi.

Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, dalam konferensi pers pada Senin, 25 Mei 2026, menjelaskan bahwa cuaca buruk memegang peranan besar, namun pembuktian secara ilmiah dan akademis akan terus dilanjutkan untuk memastikan penyebab pastinya.

Kemungkinan pertama yang diungkap polisi adalah faktor mekanik, di mana kabel diduga mengalami gesekan kuat akibat pengaruh embusan angin kencang. Faktor kedua mengarah pada dampak termal atau suhu panas ekstrem yang dipicu oleh kelonggaran pada sambungan kabel sehingga menciptakan rongga arus.

Sementara kemungkinan ketiga adalah kuatnya daya tarikan atau goyangan hebat pada bentangan kabel akibat terjangan cuaca ekstrem. Rentetan gangguan teknis pada kabel utama inilah yang kemudian memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan, hingga berujung pada rontoknya sistem pembangkit atau trip secara berantai di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatra Selatan.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), Irjen Nunung menegaskan bahwa struktur fisik serta kondisi bangunan tower transmisi sama sekali tidak mengalami kerusakan signifikan dan masih berdiri kokoh.

Analisis kepolisian juga diperkuat oleh kesaksian masyarakat di sekitar menara yang mengaku sempat mendengar suara ledakan tepat sebelum aliran listrik padam total. Atas dasar bukti-bukti lapangan tersebut, Bareskrim memastikan sama sekali tidak menemukan adanya indikasi sabotase atau unsur kesengajaan manusia.

Penegasan ini didukung oleh bentuk kerusakan kabel di TKP yang hancur membentuk serabut kasar, bukan potongan rapi layaknya hasil pengguntingan sengaja, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai informasi hoaks yang beredar.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut