Dikejar Rentenir Usai Tertipu Online, Warga Sagulung Batam Menangis Saat Utangnya Dilunasi Polisi
BATAM, iNewsBatam.id – Sudah berhari-hari Rohila Wati (58) tidak bisa tidur nyenyak. Setiap ketukan pintu membuat jantungnya berdegup lebih kencang.
Perempuan paruh baya warga Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau, itu memilih meninggalkan rumahnya sendiri karena takut didatangi penagih utang.
Semua bermula dari penipuan online yang menguras tabungannya. Nilainya memang sekitar Rp3 juta, tetapi dampaknya jauh lebih besar dari angka tersebut.
Untuk menutupi kerugian, Rohila meminjam uang dari koperasi. Utang itu kemudian menjadi beban yang terus menghimpit kehidupannya.
Di tengah rasa takut dan putus asa, secercah harapan datang dari Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto.
Pertemuan mereka terjadi secara tak terduga di ruang pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kepri. Saat melakukan pengecekan pelayanan, Eddwi melihat seorang ibu yang tampak kebingungan dan sedang bersiap membuat laporan penipuan online.
“Setelah mendengar ceritanya, saya merasa iba dan ingin membantu. Apalagi ibu tersebut sampai harus meninggalkan rumahnya karena terus dikejar-kejar rentenir akibat utang yang muncul setelah menjadi korban penipuan,” ujar Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, Kamis (6/8/2026).
Cerita Rohila membuat Eddwi terdiam. Ia membayangkan bagaimana seorang ibu harus hidup berpindah-pindah hanya karena tidak mampu membayar utang yang muncul setelah menjadi korban kejahatan.
Tanpa banyak bicara, Eddwi memutuskan membantu melunasi seluruh utang Rohila di koperasi. Baginya, bantuan itu bukan sekadar soal uang, melainkan mengembalikan rasa aman yang hilang.
“Dengan ikhlas saya membantu melunasi utang-utangnya agar beliau bisa kembali ke rumah dan hidup lebih tenang bersama keluarganya,” katanya.
Saat mendengar utangnya telah dilunasi, Rohila tak kuasa menahan air mata. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia berkali-kali mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih banyak atas bantuannya. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan, murah rezeki, dan keluarga yang selalu dalam lindungan Tuhan,” ucap Rohila.
Bagi Rohila, bantuan itu terasa seperti pintu yang kembali dibuka setelah lama tertutup. Ia kini bisa pulang ke rumah tanpa dihantui ketakutan.
Di balik kisah haru tersebut, Kombes Pol Eddwi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap maraknya penipuan digital.
Ia meminta masyarakat selalu memverifikasi identitas penjual atau pihak yang menawarkan transaksi, tidak mudah tergiur keuntungan instan, dan segera melapor jika menemukan indikasi penipuan.
Menutup pernyataannya, Eddwi menyampaikan pesan sederhana namun menyentuh.
“Bantuan yang tulus bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menenangkan hati. Sebab, terkadang yang paling dibutuhkan seseorang adalah keyakinan bahwa ia tidak sedang berjuang sendirian.”
Di sebuah ruang pelayanan kepolisian di Batam, kisah itu berakhir dengan air mata lega. Rohila akhirnya pulang membawa lebih dari sekadar pelunasan utang: ia membawa kembali harapan.
Editor : Gusti Yennosa