Phoenix Spa Batam Bantah Isu Prostitusi Terselubung di Harbour Bay
BATAM, iNewsBatam.id - Manajemen Phoenix Spa Batam angkat bicara terkait isu dugaan prostitusi terselubung yang dikaitkan dengan tempat usaha mereka di kawasan Harbour Bay, Batu Ampar, Batam.
Manajemen membantah tudingan tersebut. Mereka menegaskan Phoenix Spa hanya menyediakan layanan massage dan relaksasi serta tidak pernah menawarkan layanan prostitusi.
Manager Operasional Phoenix Spa, Heri Suryono, mengatakan pihaknya menjalankan usaha sesuai ketentuan yang berlaku. Dia memastikan tidak ada fasilitas prostitusi yang disediakan manajemen.
“Prinsip kami dari manajemen, Phoenix Spa tidak menyediakan layanan tersebut (prostitusi). Tempat kami murni hanya untuk massage. Dugaan-dugaan yang beredar di media saat ini itu tidak benar,” tegas Heri, Senin (14/9/2026).
Heri mengatakan manajemen juga telah memasang imbauan larangan melakukan perbuatan asusila di setiap kamar pijat. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar aktivitas di dalam tempat usaha tetap sesuai aturan.
Dia juga meluruskan mengenai keberadaan foto-foto terapis yang ditunjukkan kepada pengunjung. Menurut Heri, foto tersebut merupakan bagian dari media promosi internal untuk memperkenalkan terapis kepada calon pelanggan.
“Foto-foto terapis itu tujuannya hanya sekadar untuk promosi dari media yang kami miliki untuk menarik pengunjung datang, bukan untuk menjanjikan hal-hal yang melanggar hukum,” ujarnya.
Terkait kemungkinan adanya tindakan yang dilakukan individu di luar ketentuan manajemen, Heri menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi.
Dia menyebut manajemen akan mengambil tindakan tegas apabila menemukan terapis atau pihak lain yang melakukan perbuatan melanggar hukum di lingkungan Phoenix Spa.
“Jika ada temuan salah satu oknum terapis kami melakukan hal-hal melanggar hukum atau prostitusi, manajemen akan menindak tegas. Itu murni tindakan oknum, bukan dari fasilitas yang disediakan manajemen,” kata Heri.
Heri menuturkan Phoenix Spa telah beroperasi sekitar lima hingga enam tahun di kawasan Harbour Bay. Selama menjalankan usaha, manajemen mengklaim telah memenuhi kewajiban perpajakan dan turut berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam.
Menurutnya, lokasi Phoenix Spa yang berada di kawasan Harbour Bay juga membuat tempat tersebut banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, terutama dari Singapura dan Malaysia.
“Pengunjung kami seimbang 50 persen lokal dan 50 persen mancanegara. Kami juga menyumbang PAD yang cukup besar dan selalu mendapat penghargaan sebagai salah satu pelaku wajib pajak terbaik di Kota Batam,” katanya.
Phoenix Spa beroperasi setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB. Manajemen menyebut sejumlah fasilitas yang tersedia meliputi massage, sauna, steam, serta kolam air panas dan dingin.
Heri berharap masyarakat tidak langsung mempercayai isu yang beredar tanpa melihat klarifikasi dari pihak manajemen. Dia menegaskan Phoenix Spa berkomitmen menjalankan usaha sesuai aturan.
“Diharapkan masyarakat bisa menilai dari sisi positif bahwa Phoenix Spa ini adalah layanan yang memang bertujuan untuk memberikan kesehatan bagi para pengunjung,” kata dia.
Sebelumnya, sejumlah pemberitaan memunculkan dugaan adanya praktik prostitusi terselubung di Phoenix Spa setelah keberadaan foto terapis dan mekanisme pemilihan terapis oleh pengunjung menjadi sorotan.
Dugaan tersebut belum dapat disebut sebagai fakta hukum dan masih memerlukan pembuktian serta keterangan dari pihak berwenang.
Editor: Gusti Yennosa