Batam Siapkan Animator 3D Junior untuk Industri Kreatif Nasional dan Global
BATAM, iNewsBatam.id - Kementerian Ekonomi Kreatif melatih 30 peserta di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk menjadi animator 3D junior yang kompeten dan siap bersaing di industri kreatif nasional maupun internasional.
Pelatihan dan sertifikasi yang digelar di Nongsa Digital Park, Selasa (27/10/2026), ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di subsektor animasi dan konten digital.
Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang berkarier dan membangun usaha di industri kreatif.
“Jangan berhenti hanya menjadi kreator, tetapi teruslah berkembang menjadi profesional, bahkan menjadi wirausaha kreatif yang mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Dessy.
Menurut dia, keterampilan animasi tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Salah satu potensi yang dapat dikembangkan ialah Gurindam Dua Belas, karya sastra Melayu yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Karya tersebut dapat diadaptasi menjadi konten animasi yang menarik dan edukatif bagi generasi muda hingga penonton internasional.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam Gurindam Dua Belas dapat diterjemahkan menjadi karya animasi yang menarik dan edukatif, sehingga budaya lokal semakin dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat internasional,” katanya.
Dessy menambahkan, pengembangan talenta animasi membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, asosiasi, lembaga keuangan, dan media.
Dukungan Pemerintah Kota Batam, Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), serta Nongsa Digital Park dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Pelatihan tersebut sekaligus mengoptimalkan fungsi creative hub sebagai ruang belajar, berkolaborasi, dan menghasilkan karya.
Peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun jejaring dengan pelaku industri animasi.
Editor: Gusti Yennosa