Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kunci Keberlanjutan Bisnis Dimulai dari Manajemen Kesehatan Karyawan yang Tepa
Advertisement . Scroll to see content

Teh vs Kopi, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Selasa, 03 November 2026 | 07:52 WIB
  • author Pratamayude
Teh vs Kopi, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
Ilustrasi. (Foto: Kopi Petani)

BATAM, iNewsBatam.id - Teh dan kopi menjadi dua minuman yang paling sering dikonsumsi masyarakat untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Ada yang memilih teh karena rasanya ringan, sementara lainnya membutuhkan kopi untuk membantu mengusir kantuk dan meningkatkan konsentrasi.

Namun, di balik kenikmatannya, kedua minuman tersebut memiliki kandungan yang dapat memberikan manfaat sekaligus efek samping bagi kesehatan. Lantas, lebih sehat minum teh atau kopi?

Dikutip dari Halodoc, teh dan kopi sama-sama mengandung kafein. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, keduanya dapat memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh.

Meski demikian, manfaat yang diperoleh bergantung pada jumlah konsumsi, kondisi kesehatan, serta sensitivitas seseorang terhadap kafein.

1. Manfaat Teh untuk Kesehatan

Teh dikenal sebagai minuman yang kaya akan antioksidan. Kandungan tersebut dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Konsumsi teh dalam jumlah wajar juga dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit, termasuk penyakit jantung dan diabetes.

Salah satu jenis teh yang banyak diteliti adalah teh hijau. Minuman ini memiliki kandungan senyawa alami yang dapat membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah serta mendukung kesehatan hati.

Selain itu, kandungan kafein dalam teh relatif lebih rendah dibandingkan kopi. Karena itu, teh bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin membatasi asupan kafein.

2. Manfaat Kopi untuk Kesehatan

Kopi juga memiliki sejumlah manfaat apabila dikonsumsi secara tidak berlebihan.

Salah satunya membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk. Efek tersebut berasal dari kandungan kafein yang bekerja merangsang sistem saraf pusat.

Kopi juga mengandung antioksidan, termasuk asam klorogenat, yang berperan dalam melindungi tubuh dari kerusakan sel.

Sejumlah penelitian yang dikutip Halodoc juga mengaitkan konsumsi kopi dalam jumlah sedang dengan penurunan risiko beberapa penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan Parkinson.

Kandungan kafein dalam kopi turut membantu meningkatkan metabolisme tubuh untuk sementara waktu.

3. Efek Samping Terlalu Banyak Minum Teh

Meski memiliki manfaat, konsumsi teh secara berlebihan juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Kondisi ini perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang berisiko mengalami kekurangan zat besi.

Selain itu, kandungan kafein dalam teh juga dapat memicu gangguan tidur, jantung berdebar, atau rasa gelisah apabila dikonsumsi terlalu banyak.

Karena itu, waktu dan jumlah konsumsi teh perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kesehatan.

4. Efek Samping Terlalu Banyak Minum Kopi

Berbeda dengan teh, kopi umumnya memiliki kandungan kafein lebih tinggi. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sejumlah efek samping.

Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, minum kopi dapat memicu kecemasan, gelisah, jantung berdebar, hingga kesulitan tidur.

Kopi juga memiliki tingkat keasaman yang dapat memperburuk keluhan pencernaan atau gejala refluks asam lambung pada sebagian orang.

Oleh karena itu, orang yang memiliki keluhan lambung atau sensitif terhadap kafein sebaiknya memperhatikan jumlah kopi yang diminum.

5. Jadi, Lebih Sehat Teh atau Kopi?

Lantas, mana yang lebih baik untuk kesehatan, teh atau kopi?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing orang. Teh memiliki keunggulan dari kandungan antioksidan dan kadar kafein yang relatif lebih rendah.

Sementara itu, kopi dapat menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan tambahan kewaspadaan dan konsentrasi saat beraktivitas.

Hal yang tidak kalah penting adalah cara penyajiannya. Teh maupun kopi sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan, krimer, atau pemanis lainnya.

Dengan begitu, asupan gula dan kalori harian dapat lebih terkontrol.

Pada dasarnya, teh dan kopi sama-sama bisa menjadi bagian dari pola hidup sehat selama dikonsumsi secara bijak. Jangan sampai keinginan menikmati kedua minuman tersebut justru membuat asupan kafein harian berlebihan.

Editor: Gusti Yennosa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut