Kenali Chronic Fatigue Syndrome, Penyebab Tubuh Lelah Berkepanjangan
JAKARTA, iNews.id – Rasa lelah setelah bekerja atau beraktivitas berat umumnya akan mereda setelah tubuh beristirahat. Namun, jika kelelahan terus berlangsung selama berbulan-bulan, tidak membaik meski sudah tidur cukup, bahkan semakin parah setelah melakukan aktivitas ringan, kondisi tersebut perlu diwaspadai sebagai gejala Chronic Fatigue Syndrome (CFS).
CFS atau sindrom kelelahan kronis merupakan kondisi medis kompleks yang ditandai kelelahan ekstrem berkepanjangan.
Penyakit ini juga dikenal dengan istilah Myalgic Encephalomyelitis (ME/CFS) karena dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk sistem saraf dan kekebalan.
Berbeda dengan kelelahan biasa, penderita CFS tidak serta-merta merasa bugar setelah tidur atau beristirahat. Bahkan, aktivitas fisik maupun mental yang ringan dapat memicu perburukan gejala.
Salah satu ciri khas CFS adalah post-exertional malaise (PEM), yakni kondisi ketika gejala memburuk setelah seseorang melakukan aktivitas. Dampaknya tidak selalu muncul seketika, tetapi dapat dirasakan beberapa jam hingga satu atau dua hari kemudian.
Aktivitas sederhana seperti berbelanja, berjalan kaki, atau mengikuti rapat daring bisa membuat penderita mengalami kelelahan berat. Pada sebagian orang, kondisi tersebut bahkan dapat mengganggu aktivitas selama beberapa hari.
Selain kelelahan ekstrem, CFS juga memiliki sejumlah gejala lain yang perlu dikenali. Berikut beberapa di antaranya, seperti dikutip dari Halodoc:
1. Tidur tidak membuat tubuh segar
Penderita CFS dapat mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur, sering terbangun pada malam hari, atau tidur dalam waktu lama. Meski durasi istirahat cukup, tubuh tetap terasa lelah ketika bangun.
2. Sulit berkonsentrasi atau brain fog
CFS juga dapat memengaruhi kemampuan kognitif. Penderitanya bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, lambat memproses informasi, hingga kesulitan menemukan kata-kata saat berbicara.
Gejala ini kerap disebut brain fog atau kabut otak.
3. Pusing saat berdiri
Sebagian penderita mengalami intoleransi ortostatik, yaitu gejala yang muncul atau memburuk ketika berpindah dari posisi berbaring atau duduk ke berdiri. Keluhannya dapat berupa pusing, jantung berdebar, pandangan kabur, hingga hampir pingsan.
4. Nyeri otot dan sendi
Rasa nyeri pada otot maupun sendi juga dapat menyertai CFS. Keluhan tersebut bisa muncul tanpa disertai pembengkakan atau kemerahan.
5. Sakit kepala dan tenggorokan
Gejala lainnya meliputi sakit kepala dengan pola yang berbeda dari biasanya, sakit tenggorokan berulang, serta pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa nyeri di leher atau ketiak.
Editor: Gusti Yennosa