JAKARTA, iNewsBatam.id - Kasus kanker payudara di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Data BPJS Kesehatan mencatat lonjakan tajam dari 1,08 juta kasus pada 2021 menjadi 1,94 juta kasus pada 2025, atau bertambah sekitar 860 ribu kasus baru. Tren kenaikan yang mengkhawatirkan ini semakin mempertegas pentingnya langkah pencegahan, percepatan deteksi dini, serta tersedianya layanan penanganan kanker yang terintegrasi secara komprehensif.
Menjawab tantangan tersebut, Kaiser Cancer Center resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ, BSD City. Fasilitas ini dirancang khusus sebagai integrated women-centric cancer clinic yang menawarkan standar pelayanan global melalui pendekatan Integrated Precision Oncology. Kehadiran klinik ini mencakup seluruh rantaian layanan, mulai dari penilaian risiko, deteksi dini, diagnosis mendalam, pengobatan, hingga pendampingan jangka panjang bagi para penyintas.
Founder sekaligus Managing Director Kaiser Cancer Center, dr. Adithia Kwee, menyatakan bahwa pendirian fasilitas ini sejalan dengan agenda transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Selain didukung oleh Tim Multidisiplin (Multidisciplinary Team) dan akses ke ahli onkologi internasional, Kaiser menjadi klinik pertama di Indonesia yang mengadopsi platform e-health Siemens Healthineers untuk mempercepat diagnosis dan terapi. Kehadiran teknologi medis terdepan ini diharapkan mampu memperluas akses penanganan berkualitas di dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat berobat ke luar negeri.
Dari sisi medis, Spesialis Bedah Onkologi Kaiser Cancer Center, dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, Sp.B, Subsp.Onk (K), menekankan bahwa setiap pasien membutuhkan penanganan yang sangat personal karena karakteristik sel kanker tiap individu berbeda.
endekatan terintegrasi yang diusung Kaiser memastikan susunan terapi dibuat presisi sesuai kebutuhan khusus pasien. Guna memperkuat rantai deteksi dini di masyarakat, Kaiser juga menjalin kolaborasi strategis dengan komunitas Lovepink Indonesia.
Chairwoman Lovepink, Dede Gracia, menyambut baik langkah ini untuk terus mendampingi dan mendorong keberanian para perempuan Indonesia dalam memeriksakan kondisi tubuhnya sejak awal.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
