Raih Rating A CyberRank, Keamanan Siber PLN Batam Diklaim Terbaik di Indonesia

Vitrianda Hilba Siregar
PT PLN Batam berhasil meningkatkan sistem keamanan sibernya hingga meraih Rating A dengan kategori risiko sangat rendah berdasarkan penilaian CyberRank. Foto: Dok

BATAM, iNewsBatam.id –  PT PLN Batam berhasil meningkatkan tingkat keamanan sibernya hingga meraih Rating A dengan tingkat resiko sangat rendah berdasarkan penilaian CyberRank. Pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya perusahaan memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur digital, sistem informasi, dan data dari berbagai potensi ancaman siber.

Pencipta CyberRank, Michal Everis, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dan penilaian CyberRank, tingkat keamanan siber PLN Batam saat ini merupakan salah satu yang terbaik, bahkan tertinggi di Indonesia.

“PLN Batam telah berhasil mencapai Rating A dalam penilaian CyberRank. Berdasarkan data pemantauan kami, pencapaian ini menempatkan PLN Batam sebagai institusi dengan tingkat keamanan siber tertinggi di Indonesia saat ini,” ujar Michal.

Peningkatan kasus serangan siber dan kebocoran data yang menimpa sejumlah BUMN telah menimbulkan risiko kerugian finansial, operasional, hukum, dan reputasi. Kebocoran data perusahaan juga dapat membuka akses bagi serangan lanjutan, seperti ransomware, pencurian identitas, pengambilalihan akun, dan penyalahgunaan informasi sensitif.

Kondisi tersebut menjadikan asesmen berkala dan pemantauan harian terhadap kerentanan sistem teknologi informasi semakin diperlukan. Pengamanan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pemeriksaan sesekali karena konfigurasi sistem, aset digital, metode serangan, dan tingkat kerentanan dapat berubah setiap hari.

CyberRank membantu organisasi menghadapi risiko tersebut melalui pemantauan berkelanjutan terhadap eksposur keamanan digital yang dapat terlihat dari luar jaringan perusahaan. Sistem ini mengidentifikasi aset digital dan domain yang terhubung, kelemahan konfigurasi, kerentanan keamanan, potensi kebocoran kredensial, risiko perlindungan data pribadi, serta paparan risiko yang berasal dari vendor atau pihak ketiga.

Setiap temuan dianalisis berdasarkan tingkat keparahan dan potensi dampaknya, kemudian diterjemahkan menjadi skor, rating, dan rekomendasi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti. Dengan demikian, manajemen dapat mengetahui posisi risiko keamanan perusahaan secara terukur, sementara tim IT memperoleh daftar prioritas mengenai kerentanan yang perlu segera ditangani.

Menurut  Komisaris PLN Batam Didi Apriadi, peningkatan rating tersebut dicapai setelah tim teknologi informasi PLN Batam mengimplementasikan CyberRank sebagai sistem pemantauan keamanan siber secara harian.

“CyberRank memonitor kondisi keamanan digital PLN Batam setiap hari dan memberikan rekomendasi berdasarkan risiko maupun kerentanan yang teridentifikasi. Rekomendasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dan diterapkan secara konsisten oleh tim IT internal PLN Batam,” jelas Didi.

Didi juga menyampaikan bahwa sebelum mengimplementasikan platform tersebut, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap fitur, cakupan penilaian, dan efisiensi biaya yang ditawarkan.

“Berdasarkan evaluasi kami, CyberRank memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan sejumlah kompetitor dengan biaya yang jauh lebih terjangkau. Salah satu keunggulan pentingnya adalah kemampuan memberikan penilaian kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi atau UU PDP, yang tidak kami temukan pada platform kompetitor lainnya,” ungkap Didi.

Menurutnya, kemampuan menilai aspek keamanan siber sekaligus kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data memberikan manfaat strategis bagi perusahaan. CyberRank tidak hanya membantu tim teknis mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan, tetapi juga membantu manajemen memahami risiko kepatuhan dan potensi konsekuensi dari pengelolaan data pribadi yang belum memadai.

Ia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara sistem pemantauan berkelanjutan dan kesiapan tim internal dalam melakukan perbaikan. Setiap temuan tidak hanya dicatat, tetapi juga dianalisis, diprioritaskan, dan ditangani berdasarkan tingkat risikonya.

Setelah perbaikan dilakukan, CyberRank melakukan pemantauan kembali untuk mengetahui apakah kerentanan telah berhasil ditutup dan bagaimana tindakan tersebut memengaruhi tingkat risiko serta rating perusahaan. Siklus pemantauan, rekomendasi, perbaikan, dan verifikasi ini memungkinkan peningkatan keamanan dilakukan secara berkelanjutan dan dapat diukur dari waktu ke waktu.

Michal menilai keberhasilan PLN Batam membuktikan bahwa peningkatan keamanan siber tidak cukup hanya dengan membeli perangkat atau aplikasi keamanan. Organisasi juga membutuhkan visibilitas risiko secara menyeluruh, pemantauan yang konsisten, rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, serta komitmen tim internal untuk segera melakukan perbaikan.

“CyberRank memberikan visibilitas dan rekomendasi, tetapi keberhasilan akhirnya sangat bergantung pada komitmen organisasi. Tim IT PLN Batam menunjukkan respons yang cepat dan disiplin dalam menjalankan rekomendasi tersebut sehingga peningkatannya dapat terlihat dan diukur secara nyata,” katanya.

Pencapaian Rating A diharapkan menjadi fondasi bagi PLN Batam untuk terus memperkuat ketahanan siber perusahaan, khususnya dalam menjaga keandalan layanan kelistrikan yang semakin bergantung pada sistem digital dan konektivitas jaringan.

PLN Batam berkomitmen mempertahankan pencapaian tersebut melalui pemantauan berkelanjutan, penguatan tata kelola keamanan informasi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, dan penerapan langkah mitigasi terhadap ancaman siber yang terus berkembang

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network