BATAM, iNewsBatam.id - Sebanyak 840 dokter dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERSPEBSI 2026, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan Kongres PERSPEBSI dan 30th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Neurosurgical Society (INS). Pertemuan mengusung tema "Neurosurgery Excellence in Care".
Ketua Panitia PIT PERSPEBSI 2026, Gumar Jaya Saleh mengatakan, forum tahunan tersebut menjadi wadah bagi dokter bedah saraf untuk bertukar pengetahuan, membahas perkembangan teknologi serta mendorong inovasi pelayanan kesehatan.
"Ini kegiatan tahunan, Pertemuan Ilmiah Tahunan. Setiap tahun tempatnya berbeda dan kebetulan tahun ini diselenggarakan di Batam. Hampir seluruh dokter bedah saraf di Indonesia berkumpul di sini," kata Gumar.
Menurut dia, forum tersebut penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan bedah saraf. Sebab, kasus yang membutuhkan penanganan dokter spesialis bedah saraf terus berkembang.
Kehadiran Menteri Kesehatan, Ketua PERSPEBSI dan Direktur BPJS Kesehatan dalam kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung peningkatan pelayanan.
"Kita berharap ada kebijakan dan langkah ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di bidang bedah saraf, karena kasus-kasus bedah saraf semakin banyak dan meningkat," ujarnya.
Batam dipilih sebagai lokasi pelaksanaan PIT PERSPEBSI 2026 karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan berskala nasional.
Gumar mengatakan keputusan memilih Batam berasal dari Perhimpunan Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI), bukan dari pihak panitia lokal.
"Bukan kita yang mengajukan. Batam dipilih oleh Perhimpunan Bedah Saraf Indonesia karena dilihat memiliki potensi dan kemampuan fasilitas untuk menyelenggarakan kegiatan ini," katanya.
Selain diikuti sekitar 840 peserta, kegiatan tersebut juga menghadirkan pameran yang diikuti 43 tenant.
Rangkaian acara terdiri atas simposium ilmiah, presentasi oral dan e-poster, hingga sejumlah workshop khusus bagi peserta.
Di tengah perkembangan layanan bedah saraf di Batam, pemerataan dokter spesialis masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah kepulauan terluar Kepri.
Gumar menyebut Batam dan wilayah Kepri saat ini memiliki sekitar delapan dokter bedah saraf. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat Batam dan sekitarnya.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas. Hingga kini, kedua daerah tersebut belum memiliki dokter spesialis bedah saraf.
"Untuk Batam dan Kepulauan Riau sekarang sudah ada sekitar delapan dokter, cukup untuk melayani. Kami berharap kalau ada dokter baru bisa ditempatkan di Natuna dan Anambas, karena di sana belum ada," ujarnya.
Selain tenaga medis, keterbatasan peralatan juga menjadi kendala pelayanan bedah saraf di wilayah kepulauan.
Gumar mengatakan fasilitas dan peralatan pelayanan bedah saraf di Batam sudah tersedia di hampir seluruh rumah sakit. Namun, kondisi tersebut belum merata hingga Natuna dan Anambas.
"Kalau di Batam hampir semua rumah sakit sudah terlayani. Tetapi untuk Natuna dan Anambas, peralatannya belum ada. Ini sudah kami usulkan kepada Menteri Kesehatan," katanya.
Ia berharap penguatan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara bertahap sehingga masyarakat di wilayah terluar Kepri tidak harus menuju Batam atau daerah lain ketika membutuhkan pelayanan bedah saraf.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
