BATAM, iNewsBatam.id - Ratusan kotak kecil berisi bakpia tersusun rapi di atas meja. Aroma khas camilan berbentuk bulat itu seolah membawa suasana Yogyakarta ke tengah hiruk-pikuk Kota Batam.
Bakpia yang dikenal sebagai salah satu buah tangan khas Yogyakarta itu kini menempuh perjalanan jauh. Dari Kota Gudeg menuju Batam, makanan tradisional tersebut hadir bukan sekadar sebagai kudapan, tetapi juga membawa cerita tentang usaha keluarga yang mampu bertahan selama puluhan tahun.
Di Yogyakarta, bakpia sudah begitu lekat dengan kehidupan masyarakat dan perjalanan wisata. Cemilan dengan kulit lembut dan isian khas itu hampir selalu menjadi pilihan wisatawan untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Namun, perjalanan bakpia ke Batam menghadirkan cerita lain. Di balik setiap kotaknya terdapat perjalanan sebuah usaha keluarga yang telah dimulai sejak 1988.
Usaha tersebut adalah Bakpia Jogja Pathok 63. Selama lebih dari tiga dekade, usaha ini dipertahankan secara turun-temurun di tengah perubahan selera konsumen dan perkembangan industri kuliner.
"Bakpia Pathok ini sudah ada sejak 1988. Ini usaha keluarga," ujar pemilik Bakpia Pathok 63, Setiati Rukmini, Jumat (28/8/2026).
Bertahan di Tengah Perubahan
Mempertahankan usaha kuliner selama puluhan tahun bukan perkara mudah. Selera konsumen terus berubah, pilihan makanan semakin banyak, sementara cara masyarakat membeli dan membawa makanan juga ikut berkembang.
Bakpia pun harus beradaptasi. Salah satu tantangannya adalah menjaga kualitas dan daya tahan produk, terutama ketika bakpia harus menempuh perjalanan jauh dari Yogyakarta menuju kota-kota lain.
Salah satu cara yang dilakukan adalah menggunakan kemasan vakum.
Menurut Setiati, bakpia yang dikemas secara vakum dapat bertahan sekitar dua minggu, tergantung kondisi penyimpanan. Sementara tanpa kemasan vakum, daya tahannya sekitar satu minggu.
"Kalau divakum bisa tahan dua minggu. Tapi kalau tidak, bisa sampai seminggu saja," katanya.
Kemasan tersebut membuat bakpia lebih mudah dibawa sebagai oleh-oleh ke luar daerah, termasuk Batam.
Perjalanan dari Yogyakarta ke Batam menjadi gambaran bagaimana makanan tradisional dapat mengikuti perjalanan manusia. Bakpia berpindah kota, berpindah tangan, tetapi tetap membawa identitas dari daerah asalnya.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
