BATAM, iNewsBatam.id - Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau menangkap seorang pria berinisial AM yang diduga menjadi tekong dalam pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) secara nonprosedural ke Malaysia.
AM ditangkap setelah sempat melarikan diri dan bersembunyi di kawasan hutan Pulau Sambu, Batam. Sementara seorang anak buah kapal (ABK) berinisial WI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut masih dalam pencarian polisi.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Andyka Aer mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima informasi mengenai rencana pemberangkatan CPMI secara nonprosedural menuju Malaysia pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 20.03 WIB.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga mengejar sebuah speedboat yang melintas di perairan Pulau Sambu.
"Kami mendapat informasi adanya pemberangkatan CPMI secara nonprosedural menuju Malaysia," ujar Andyka, Senin (5/10/2026).
Dalam pengejaran tersebut, polisi mengamankan sebuah speedboat bermesin 40 PK berwarna biru-merah. Di dalamnya terdapat dua CPMI perempuan.
Namun, AM dan seorang ABK berinisial WI melarikan diri ke kawasan hutan Pulau Sambu.
Polisi bersama masyarakat kemudian melakukan penyisiran. AM akhirnya ditemukan dan ditangkap pada Jumat (2/10/2026) di rumah seorang warga di sekitar Pulau Sambu.
"Satu tersangka AM sudah kami amankan, sedangkan satu lainnya masih kami cari," katanya.
Dari pemeriksaan terhadap para CPMI, polisi menemukan adanya dugaan jaringan pemberangkatan nonprosedural yang melibatkan sejumlah orang di Batam dan Malaysia.
CPMI berinisial WA, misalnya, mengaku berkomunikasi dengan agen di Malaysia berinisial NAF terkait rencana keberangkatannya.
WA membeli tiket pesawat dari Lampung menuju Batam menggunakan uang sendiri atas perintah EV yang masih dalam penyelidikan.
Setibanya di Batam, WA dijemput dari Pelabuhan Sagulung menuju titik pertemuan di perairan Bulang oleh TI dan WM menggunakan speedboat bermesin 15 PK.
WA kemudian mentransfer uang Rp6 juta kepada EV melalui rekening Bank BCA sebagai biaya keberangkatan dari Batam menuju Malaysia secara nonprosedural.
"Ada pembayaran yang dilakukan untuk biaya keberangkatan menuju Malaysia," ujar Andyka.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
