Batam Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Tarif Impor AS

Lalu peningkatan industri bernilai tambah dengan cara mendorong produksi barang yang memiliki nilai tambah lebih tinggi agar tetap kompetitif.
Pemanfaatan Status FTZ (Free Trade Zone) dengan memaksimalkan keunggulan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas untuk menekan biaya produksi.
Kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memperkuat diplomasi perdagangan guna mencari solusi atas dampak kebijakan tarif AS.
Terakhir, penguatan rantai pasok global yakni berkolaborasi dengan sektor swasta untuk meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok internasional.
Fary optimistis strategi ini akan membantu Batam tetap bertahan dan bersaing di pasar global. “Kami tidak akan mundur dari pasar AS. Kami akan terus berjuang agar tetap kompetitif meskipun ada hambatan tarif,” tegasnya.
Editor : S. Widodo