get app
inews
Aa Text
Read Next : Modus Sadis Perompak Kapal di Kepri Terungkap, Target Spare Part Bernilai Tinggi

Titik Nol Tanjungpinang, Sejarah Awal Peradaban Kota Gurindam

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:51 WIB
header img
Titik nol Kota Tanjungpinang di pinggir laut yang memiliki nilai sejarah tinggi. (Foto: Endra Kaputra/iNews.id)

TANJUNGPINANG, iNewsBatam.id -  Bila Anda berkunjung ke Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, bisa melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Seratus meter dari pintu keluar pelabuhan, tepatnya di pojok perempatan bahu jalan depan Gedung Daerah, Anda akan melihat sebuah tugu kecil.

Terlihat interior berbentuk hati berwarna merah dengan tulisan ‘Pesona Tanjungpinang’.

Di atas ada pelang bentuk persegi panjang bertuliskan KM (BATU) 0 Tanjungpinang.

Tugu itu warnanya kuning, dengan lis hitam sedikit di bagian bawah.

Pada sisi bagian atas tengah, terdapat tulisan TPI O, kanan TUB 89, dan di kiri KJG 27. Penjelasannya, Anda berada di titik nol Tanjungpinang dan 89 kilometer menuju Tanjunguban serta 27 kilometer menuju Kijang di Kabupaten Bintan.

Tak jarang, tugu itu menjadi lokasi warga maupun wisatawan bersuafoto.

Dari titik nol itulah awal mulanya sebuah Kota yang bernama Tanjungpinang saat ini.

Dari wikipedia, Tanjungpinang merupakan bagian dari Kerjaan Malaka.

Setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugal, Sultan Mahmud Syah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan kesultanan Malaka.

Kemudian menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor, sebelum diambil alih oleh Belanda setelah mereka menundukan perlawanan Raja Haji Fisabilillah tahun 1784 di Pulau Penyengat.

Pada masa Hindia Belanda, Tanjungpinang merupakan pusat pemerintahan Karesidenan Riouw. Kemudian di awal kemerdekaan Indonesia, menjadi ibu kota Provinsi Riau pada 1957.

Dari sekitaran tugu titik nol itu, peninggalan sejarah itu masih ada. Yaitu, Gedung Daerah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri).Lokasinya hanya sepelemparan batu .

Gedung itu dibangun pada 1880, dan difungsikan sebagai bangunan Residen Belanda di masa lalu.

Arsitektur bangunannya terbilang unik, seakan perpaduan gaya antara bangunan Romawi dan Yunani. Bangunannya didominasi warna putih.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut