get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Korupsi PNBP, Kejati Kepri Sita 3 Kontainer Dokumen dari Perusahaan di Batam

Ombudsman Kepri: Bangun Ulang Pasar Induk Lebih Penting daripada Revitalisasi Eks Jodoh Boulevard

Selasa, 13 Januari 2026 | 22:52 WIB
header img
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari. (Foto: Yude/iNewsBatam.id)

BATAM, iNewsBatam.id – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh jauh lebih mendesak dibandingkan rencana revitalisasi kawasan eks Jodoh Boulevard yang tengah disiapkan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari, mengatakan Pasar Induk Jodoh memiliki manfaat ekonomi yang lebih luas dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kalau kita bicara kemanfaatan, Pasar Induk Jodoh itu jauh lebih makro. Ini sentral ekonomi masyarakat. Dengan pertumbuhan penduduk Batam yang terus meningkat, kebutuhan akan pasar induk yang layak itu sangat mendesak,” kata Lagat, Selasa (13/1/2026).

Menurut Lagat, Pasar Induk Jodoh juga memiliki nilai historis yang panjang bagi Kota Batam. Pasar tersebut dibangun pada 2004 dengan anggaran sekitar Rp 34 miliar, namun gagal berfungsi optimal akibat persoalan struktur bangunan, hingga akhirnya dibongkar pada 2021.

Ia mengingatkan BP Batam sebelumnya telah mencanangkan pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh pada Juli 2025. Janji tersebut, kata Lagat, seharusnya menjadi prioritas utama.

“BP Batam sendiri sudah mencanangkan pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh. Nah, komitmen itu yang menurut kami harus didahulukan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait rencana revitalisasi kawasan eks Jodoh Boulevard menjadi kawasan khusus UMKM yang juga sempat ditinjau Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Ombudsman meminta BP Batam untuk belajar dari pengalaman sebelumnya.

Berdasarkan catatan Ombudsman, kawasan eks Jodoh Boulevard telah beberapa kali menyerap anggaran miliaran rupiah, baik pada awal 2000-an maupun pada 2017.

Namun hingga kini, kawasan tersebut dinilai belum berkembang optimal dan belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Secara historis, kawasan Boulevard ini memang sulit berkembang. Sudah beberapa kali ditata ulang, tapi hasilnya belum signifikan,” kata Lagat.

Ombudsman pun mendorong BP Batam agar fokus pada pembangunan ulang atau rebirth Pasar Induk Jodoh dengan perencanaan yang matang dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Daripada hanya sekadar menata ulang Boulevard, lebih baik fokus membangun Pasar Induk. Ini lebih urgen, manfaatnya jelas, dan dampaknya pasti dirasakan masyarakat luas,” tegasnya.

Ombudsman berharap BP Batam dapat menunjukkan komitmen pelayanan publik melalui pembangunan infrastruktur ekonomi yang benar-benar menjawab kebutuhan utama warga Batam.

Editor : Gusti Yennosa

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut