Ratusan Siswa di Anambas Diduga Keracunan MBG, Dapur SPPG Ditutup Sementara
ANAMBAS, iNewsBatam.id - Sebanyak 135 siswa di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4/2026).
Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan saat ini dirawat di dua fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Siantan Tengah dan RSUD Palmatak.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, membenarkan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak panik.
“Kami prihatin atas kejadian ini. Korban sekitar 135 orang, namun masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum jelas,” ujarnya.
Dia menjelaskan, para siswa yang terdampak berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya TK dan PAUD Air Nangak, SMP Air Nangak, SD Air Asuk, serta SMP Air Asuk.
Seluruh korban diketahui mengonsumsi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk.
Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Sebagai langkah awal, operasional dapur MBG di Air Asuk dihentikan sementara.
“Dapur MBG kami tutup sementara sampai ada kejelasan dari dinas terkait. Kami sedang menelusuri sumber penyebabnya untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.
Menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian terdiri dari telur rebus kecap, tempe, semur sayuran seperti wortel, kol, dan buncis, serta buah kelengkeng.
Hingga kini, penanganan medis terhadap para korban masih terus dilakukan. Sebagian siswa telah diperbolehkan pulang, namun jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring pendataan lanjutan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan investigasi, termasuk pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Editor : Gusti Yennosa