Jalan Rusak 2 Kilometer Hambat Aktivitas Warga Kampung Ciklatif Lingga
LINGGA, iNewsBatam.id – Warga Kampung Ciklatif, Desa Sungai Harapan, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, kembali mengeluhkan kondisi ruas jalan utama yang rusak dan belum juga diperbaiki.
Padahal, usulan perbaikan jalan tersebut telah berulang kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Kerusakan jalan dinilai menghambat mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas perekonomian warga.
Saat musim hujan, kondisi jalan semakin memprihatinkan karena dipenuhi lubang yang tertutup genangan air dan berlumpur sehingga membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan jalan diperparah oleh tingginya curah hujan yang mengikis permukaan jalan hingga membentuk lubang di sejumlah titik.
Ketua RT 01 Kampung Ciklatif, Mansyur, mengatakan masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintasi ruas jalan tersebut, terutama ketika hujan turun.
"Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini karena setiap hari dilalui masyarakat dan kendaraan umum. Sudah seharusnya jalan ini mendapat perhatian agar aktivitas warga tidak terganggu," ujar Mansyur, Kamis (16/7/2026).
Kepala Desa Sungai Harapan, Malisi, membenarkan kondisi jalan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah desa sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan melalui Musrenbang, namun hingga kini belum terealisasi.
Ia menjelaskan, ruas jalan yang rusak memiliki panjang sekitar dua kilometer sehingga tidak memungkinkan diperbaiki menggunakan Dana Desa.
"Usulan sudah beberapa kali kami sampaikan melalui Musrenbang, tetapi sampai sekarang belum juga terealisasi," katanya.
Malisi berharap Pemerintah Kabupaten Lingga melalui dinas terkait segera mengambil langkah penanganan agar akses masyarakat kembali layak digunakan.
Menurutnya, apabila pengaspalan belum dapat dilakukan, setidaknya pemerintah bisa melakukan pengerasan jalan sebagai solusi sementara.
"Harapan kami minimal dilakukan pengerasan jalan terlebih dahulu. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah agar persoalan ini segera ditindaklanjuti," pungkasnya.
Editor : Gusti Yennosa