Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Porsche Cayman Terlantar 2 Pekan di Bengkong Diserahkan ke Ditresnarkoba Polda Kepri
Advertisement . Scroll to see content

Tumpukan Narkoba Dilenyapkan! BNN Musnahkan 3,3 Ton Barang Bukti Jaringan Thailand-Rusia

Kamis, 23 Juli 2026 | 14:58 WIB
  • author Binti Mufarida
Tumpukan Narkoba Dilenyapkan! BNN Musnahkan 3,3 Ton Barang Bukti Jaringan Thailand-Rusia
Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika lebih dari 3,3 ton hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana peredaran gelap narkoba.Foto;Binti Mufarida

BOGOR, iNewsBatam.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkotika lebih dari 3,3 ton hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana peredaran gelap narkoba. Pemusnahan massal tersebut digelar bertepatan dengan puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Balai Rehabilitasi BNN RI, Bogor, Kamis (23/7/2026).

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari pengungkapan jaringan nasional maupun internasional dengan beragam modus operandi. Jalur yang digunakan sindikat meliputi penerbangan internasional, transportasi laut, mekanisme kargo impor, hingga produksi langsung di laboratorium gelap (clandestine laboratory).

Membacakan amanat Kepala BNN RI, Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Aswin Sipayung menegaskan bahwa tindakan ini merupakan wujud transparansi penegakan hukum yang dijalankan secara terbuka sesuai peraturan perundang-undangan. Sebagian kecil barang bukti disisihkan untuk pengujian laboratorium serta pembuktian di pengadilan, sementara sisanya dimusnahkan di hadapan instansi terkait dan masyarakat.

Adapun rincian barang bukti yang dimusnahkan meliputi 3,36 ton bunga ganja asal Thailand, 8.876,08 gram sabu, 2.996 gram hashish, 1.780 mililiter cairan kimia, 860 mililiter cairan prekursor, serta 582,19 gram padatan kimia.

Detail 5 Kasus Besar yang Diungkap BNN

Irjen Pol. Aswin Sipayung membeberkan lima perkara besar yang menjadi sumber dari seluruh barang bukti tersebut. Kasus terbesar berasal dari penyitaan 3,37 ton bunga ganja Thailand di sebuah gudang perusahaan ekspedisi di Gresik, Jawa Timur. Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat terkait truk pembawa ganja hingga petugas berhasil membekuk empat tersangka dan menyita barang bukti yang disembunyikan dalam ratusan koper serta matras lateks.

Sementara pada pengungkapan jaringan internasional, BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta melacak penumpang pesawat yang membawa hashish dari Thailand. Melalui teknik penyerahan tertutup (controlled delivery), petugas membuntutinya hingga ke Bali dan menangkap tiga warga negara Rusia yang bertindak sebagai kurir sekaligus pengendali jaringan.

Selain itu, BNN membongkar laboratorium gelap pembuat metamfetamin di Padang dengan menyita residu metamfetamin, bahan kimia prekursor, beserta peralatan laboratorium. Dua kasus lainnya yang turut dimusnahkan barang buktinya yaitu penyelundupan sabu jalur laut dari Batam menuju Jakarta, serta pengungkapan jaringan peredaran sabu di Bangkalan, Jawa Timur.

Perkuat Sinergi dan Peran Aktif Masyarakat

Aswin menyoroti taktik operasi sindikat narkotika yang kian dinamis dan selalu memanfaatkan celah pengawasan. Oleh karena itu, BNN terus memperketat sinergitas antarinstansi untuk mempersempit ruang gerak para pelaku sekaligus memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

Selain langkah hukum represif, Aswin menekankan bahwa informasi dari masyarakat kerap menjadi pintu masuk utama dalam membongkar jaringan yang tersembunyi. BNN juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terlibat aktif dalam Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) demi mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut