Air Mati Berhari-hari, Ribuan Warga Batam Kelimpungan Cari Air Bersih
BATAM, iNewsBatam.id - Aliran air bersih di sejumlah wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau, mati selama dua hari. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga memasak.
Gangguan suplai air dirasakan warga sejak Jumat (28/8/2026) dan masih terjadi hingga Sabtu (29/8/2026). Warga berharap perbaikan jaringan segera dituntaskan sehingga aliran air kembali normal.
Salah seorang warga Batu Aji, Peri Koto, mengaku gangguan tersebut cukup menghambat aktivitas rumah tangga. Warga terpaksa mencari alternatif untuk mendapatkan air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sudah dua hari air mati. Sangat mengganggu aktivitas, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari,” keluh Peri.
Menurutnya, aliran air sempat mengalir pada Sabtu dini hari. Namun, debit air sangat kecil sehingga belum bisa digunakan secara normal.
“Ngaliarnya netes-netes gitu,” ujarnya.
Gangguan suplai air tersebut terjadi setelah adanya kebocoran jaringan distribusi air minum di kawasan Jalan Utama, tepatnya di depan Kawasan Batamindo, Muka Kuning, Batam, pada Jumat siang.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, membenarkan kebocoran jaringan tersebut berdampak terhadap sejumlah wilayah di Batam.
Petugas BP Batam langsung melakukan perbaikan terhadap pipa yang mengalami kebocoran. Pekerjaan dilakukan sejak Jumat sore dan berlanjut hingga Sabtu pagi.
Petugas melakukan pengelasan collar pipa DCIP berdiameter 800 milimeter di Pintu 1 Batamindo. Pekerjaan tersebut dilakukan tanpa henti sejak Jumat sore.
“Proses pengelasan collar pipa DCIP DN 800 mm Pintu 1 Batamindo dari sore kemarin hingga tadi malam sampai hari ini tanpa henti dikerjakan,” katanya.
Proses pengelasan collar pipa akhirnya selesai pada Sabtu sekitar pukul 08.45 WIB. Petugas kemudian melanjutkan pekerjaan pembuatan support pipa GIV berukuran 6 inci.
“Pengelasan collar telah selesai tadi jam 08.45. Saat ini lanjut pembuatan support pipa GIV 6 inch,” ujarnya.
Pembuatan support pipa diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Setelah seluruh pekerjaan teknis rampung, aliran air juga masih membutuhkan waktu untuk kembali normal.
“Masih pengerjaan ini terus, ada normalisasi sekitar enam jam estimasinya,” jelasnya.
Adapun sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak gangguan suplai air akibat kebocoran jaringan tersebut meliputi Batam Center, Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchid Park, Rosedale, Dutamas, Eden Park, Industri Batam Center, Citra Batam, Marchelia, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, Sagulung Baru, Tembesi, Barelang, Sei Lekop, Fanindo, Marina dan wilayah sekitarnya.
Editor : Gusti Yennosa