BMKG Deteksi Asap Sumatera Masuk Kepri, Warga Batam Diminta Pakai Masker
BATAM, iNewsBatam.id - Sebaran asap dari wilayah Sumatera terdeteksi memasuki Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (4/9/2026) pagi. BMKG mengimbau warga Batam menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Prakirawan BMKG Batam, Addini, mengatakan berdasarkan pemantauan citra sebaran asap pukul 08.00 WIB, asap terdeteksi masuk ke wilayah Kepri dan bergerak ke arah utara-timur laut.
"Update terbaru citra sebaran asap jam 08.00 WIB tadi, untuk sebaran asap terdeteksi memasuki wilayah Kepri, arah pergerakannya ke utara-timur laut," ujar Addini, Jumat siang.
Menurut Addini, asap yang terpantau di Kepri berasal dari Pulau Sumatera. Sebaran asap juga telah terlihat dalam pemantauan citra pada Kamis (3/9) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, jarak pandang di Stasiun Meteorologi (Stamet) Batam terpantau berkisar 5 hingga 7 kilometer.
Meski sebaran asap mulai memasuki Kepri, kualitas udara di Batam berdasarkan pemantauan partikulat PM2.5 masih berada dalam kategori sedang.
Kondisi tersebut membuat BMKG meminta masyarakat tetap waspada, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
"Untuk kualitas udara PM2.5 di Batam sendiri masuk kategori sedang, jadi harap pakai masker jika berkegiatan di luar," kata Addini.
BMKG menggunakan alat pemantau kualitas udara PM2.5 untuk mengetahui konsentrasi partikulat di udara. Partikulat PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat terhirup hingga ke saluran pernapasan.
Addini mengatakan BMKG belum dapat memastikan tingkat ketebalan asap yang masuk ke Kepri. Pasalnya, Stamet Batam tidak memiliki alat khusus untuk mengukur ketebalan asap.
Karena itu, pemantauan dilakukan melalui citra sebaran asap serta pengukuran kualitas udara menggunakan parameter PM2.5.
BMKG Batam akan terus memantau perkembangan sebaran asap dan kondisi kualitas udara di Batam.
Citra sebaran asap BMKG merupakan hasil analisis menggunakan citra satelit dengan metode RGB yang dikombinasikan dengan informasi arah dan kecepatan angin serta titik panas.
Pergerakan asap dapat berubah mengikuti kondisi angin dan atmosfer. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti informasi terbaru dari BMKG, terutama jika kualitas udara mengalami penurunan.
Untuk sementara, warga yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah mengurangi paparan partikulat.
Editor : Gusti Yennosa