Anggota DPR Rizki Faisal Minta Polda Kepri Cegah Bentrokan Susulan di Setokok Batam
BATAM, iNewsBatam.id - Anggota Komisi III DPR Rizki Faisal mengapresiasi langkah cepat aparat dalam mengendalikan situasi setelah bentrokan antarkelompok terjadi di kawasan Setokok, Jembatan 3 Barelang, Batam, Kepulauan Riau.
Namun, Rizki meminta Polda Kepri dan Polresta Barelang tidak berhenti pada penanganan pascakejadian. Langkah pencegahan dinilai perlu diperkuat untuk mengantisipasi aksi balasan dan bentrokan susulan.
“Saya mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan seluruh pihak terkait yang telah bergerak mengendalikan situasi pasca bentrokan di Setokok. Yang terpenting sekarang adalah memastikan situasi tetap aman dan tidak terjadi bentrokan susulan,” ujar Rizki Faisal, Selasa (15/9/2026).
Menurut Rizki, aparat perlu memperkuat pengamanan di lokasi serta titik-titik yang berpotensi menjadi sumber konflik lanjutan.
“Polda Kepri dan Polresta Barelang perlu terus memperkuat langkah preventif. Jangan sampai ada aksi balasan atau bentrokan susulan yang kemudian membuat persoalan semakin meluas,” katanya.
Selain menjaga keamanan, Rizki meminta proses hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat dilakukan secara tegas, terukur dan profesional.
“Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Tetapi prosesnya harus tetap profesional, objektif dan berdasarkan alat bukti. Ini penting agar masyarakat mendapatkan rasa keadilan sekaligus kepastian hukum,” tegasnya.
Rizki mengatakan apabila bentrokan tersebut berkaitan dengan sengketa lahan, persoalan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan kekerasan.
“Kalau ada persoalan atau sengketa, selesaikan melalui jalur hukum. Bukan dengan kekerasan. Negara memiliki mekanisme hukum untuk menyelesaikan setiap persoalan,” ujarnya.
Dia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Terlebih, informasi yang dapat memperbesar ketegangan berpotensi memicu konflik lanjutan.
Rizki mendorong aparat dan seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi dengan masyarakat serta pihak-pihak yang berselisih. Langkah itu dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Yang kita jaga bukan hanya situasi hari ini, tetapi juga jangan sampai persoalan ini meninggalkan konflik baru di kemudian hari. Masyarakat harus merasa aman, dan setiap persoalan harus diselesaikan melalui hukum,” katanya.
Editor: Gusti Yennosa