Penang Kenalkan Wisata Heritage hingga Kuliner, Kepri Siap Sambut Turis Malaysia
BATAM, iNewsBatam.id - Penang, Malaysia, mulai memperluas promosi destinasi wisatanya ke Kepulauan Riau (Kepri). Selain membidik wisatawan Kepri, langkah tersebut membuka peluang kerja sama industri pariwisata dua arah antara Penang dan Kepri.
Promosi destinasi Penang digelar melalui Roadshow Pariwisata Penang di Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang digelar Penang Global Tourism (PGT) bersama ASTINDO Indonesia itu mempertemukan pelaku industri pariwisata Penang dengan agen perjalanan dan pelaku usaha wisata di Batam.
Anggota Dewan Eksekutif Negara Bagian Penang Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wong Hon Wai mengatakan Penang memiliki banyak pengalaman wisata yang dapat ditawarkan kepada masyarakat Kepri.
Selama ini, kata dia, wisatawan Indonesia lebih banyak mengenal Penang melalui layanan kesehatan. Padahal, wilayah tersebut memiliki beragam destinasi wisata yang dapat dinikmati bersama keluarga.
"Banyak wisatawan Indonesia sudah mengenal Penang melalui layanan kesehatannya. Kami mengundang mereka beserta keluarga untuk menjelajahi lebih banyak sisi Penang," ujar Wong.
Wisatawan dapat mengunjungi George Town yang dikenal sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Penang juga menawarkan wisata kuliner dengan pengaruh Melayu, Tionghoa, India dan Peranakan serta wisata alam di Penang Hill.
Sejumlah destinasi lain yang ditawarkan antara lain Fort Cornwallis, Penang State Museum, Penang Automotive Museum, Penang Ferry Museum, Penang History Gallery, Entopia hingga kawasan pesisir Ferringhi Bay.
Potensi tersebut dinilai dapat dikemas menjadi paket perjalanan yang menggabungkan wisata kesehatan dan liburan.
Wisatawan asal Indonesia yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan dapat mengajak keluarga menjelajahi berbagai destinasi Penang.
Ketua DPD ASTINDO Kepri Doli Hasibuan mengatakan karakter Penang cukup sesuai dengan tren perjalanan wisatawan Indonesia yang kini mencari pengalaman wisata lebih beragam.
"Penang memiliki karakter yang kuat sebagai destinasi short escape bagi wisatawan Indonesia, khususnya dari Kepulauan Riau. Bukan hanya karena aksesibilitasnya relatif mudah, tetapi juga menawarkan kombinasi pengalaman, mulai dari wisata kuliner, heritage, budaya, wellness hingga medical tourism," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan hubungan Penang dan Kepri memiliki modal kuat untuk dikembangkan karena terdapat kesamaan karakter dan budaya.
"Kita memiliki karakter dan budaya yang relatif sama. Itu menjadi kekuatan tersendiri. Di sisi lain, kita juga memiliki berbagai daya tarik wisata yang berbeda," ujar Hasan.
Menurut dia, perbedaan daya tarik tersebut justru dapat menjadi peluang bagi kedua wilayah. Selama ini, masyarakat Kepri lebih banyak mengenal sejumlah destinasi Malaysia seperti Johor, Malaka dan Kuala Lumpur.
Kehadiran Penang dapat memberikan pilihan baru bagi wisatawan Kepri. Sebaliknya, Kepri juga dapat memanfaatkan Penang sebagai pintu masuk wisatawan dari wilayah utara Malaysia.
Wisatawan dari Penang dan kota-kota di sekitarnya dinilai berpotensi diarahkan untuk mengunjungi Batam maupun sejumlah destinasi lain di Kepri.
Ketua Umum DPP ASTINDO Pauline Suharno mengatakan potensi pasar wisata dua arah tersebut sudah terlihat. Bahkan sebelum tersedia penerbangan langsung, sekitar 11 bus dari Penang disebut telah masuk ke Batam melalui jalur darat.
"Potensi pasarnya sudah ada. Apalagi dengan adanya penerbangan langsung, tentu akan semakin memudahkan masyarakat melakukan perjalanan dari Batam ke Penang maupun sebaliknya," katanya.
Kerja sama pariwisata Penang dan Kepri pun tidak hanya diarahkan untuk mendatangkan wisatawan. Pelaku industri perjalanan juga memiliki peluang menyusun paket wisata dua arah.
Dengan konsep tersebut, wisatawan Penang dapat menjelajahi destinasi Batam dan daerah lain di Kepri. Pada saat yang sama, masyarakat Kepri mendapat lebih banyak pilihan untuk menikmati wisata Penang.
Editor: Gusti Yennosa