Indonesia-Swiss Kembangkan Sovereign AI, Batam Disiapkan Jadi Pusat Teknologi
Implementasi kerja sama Indonesia-Swiss ini akan diawali melalui proyek percontohan atau pilot project.
Sejumlah perusahaan dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan manufaktur di Batam serta Singapura direncanakan terlibat dalam tahap awal tersebut.
Dubes Ngurah menilai kemitraan ini juga melengkapi sejumlah agenda kerja sama ekonomi Indonesia dan Swiss yang telah berjalan.
Di antaranya kerja sama hilirisasi mineral dan logam yang ditandatangani Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia bersama Menteri Federal Urusan Ekonomi Swiss di Kanton Basel-Stadt pada Juni 2026.
Selain itu, kedua negara juga menjajaki pengembangan smart factory yang melibatkan sektor swasta.
"Di era kontestasi geopolitik, pengembangan kedaulatan dan kemandirian teknologi digital menjadi kebutuhan prioritas banyak negara untuk melepaskan diri dari ketergantungan," kata Ngurah.
Dia menyebut PHOENIQS AG sebagai salah satu penggerak pengembangan sovereign AI di Eropa. Sementara itu, Nongsa Digital Park memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan pusat keuangan dan industri Asia Tenggara.
"PHOENIQS AG merupakan salah satu motor pengembangan sovereign AI di Eropa yang berada di negara netral seperti Swiss. Sementara itu, Nongsa Digital Park juga merupakan salah satu pusat pengembangan teknologi digital yang memiliki posisi strategis dekat dengan hub keuangan dan industri di Asia Tenggara," ujarnya.
Editor: Gusti Yennosa