ANAMBAS, iNewsBatam.id – Seragam polisi kerap identik dengan penegakan hukum dan razia. Namun di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, sosok Aipda Raja Faisal justru dikenal lewat pengabdian kemanusiaan.
Sejak 2017, anggota Polsek Siantan itu secara sukarela mengemudikan mobil jenazah untuk mengantar warga ke tempat peristirahatan terakhir.
Raja Faisal menjalani peran tersebut bukan atas perintah kedinasan. Ia awalnya hanya menggantikan sopir mobil jenazah yang berhenti bekerja. Dari niat membantu itulah, pengabdian tersebut terus berlanjut hingga kini.
“Awalnya hanya membantu karena tidak ada sopir. Lama-kelamaan saya niatkan sebagai amal jariah, di samping tugas saya sebagai anggota Polsek,” ujar Raja Faisal.
Di wilayah kepulauan seperti Anambas, keberadaan mobil jenazah dan sopirnya menjadi kebutuhan penting, terutama saat keluarga tengah berduka.
Tak jarang, kehadiran Raja Faisal membantu meringankan beban keluarga agar proses pemakaman dapat berjalan dengan layak dan penuh penghormatan.
Meski harus membagi waktu antara tugas kepolisian dan kegiatan sosial, Raja Faisal mengaku tidak mengalami kendala berarti. Seluruh aktivitas tersebut dijalani dengan penuh keikhlasan.
“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada hambatan yang berarti,” katanya.
Selain mengemudikan mobil jenazah, Raja Faisal juga tergabung dalam Tim Fardhu Kifayah Bhabul Akhirat yang membantu proses pengurusan jenazah warga, mulai dari persiapan hingga pemakaman.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka memberikan apresiasi atas peranan Aipda Raja Faisal, khususnya dalam melayani masyarakat secara nyata.
"Luar biasa beliau. Tugas mulia. Patut menjadi contoh dan panutan. Karena tugas polisi memang untuk melayani masyarakat," kata Ngurah Agung.
Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan, juga turut mengapresiasi dedikasi anggotanya tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Raja Faisal mencerminkan nilai pengabdian Polri kepada masyarakat.
“Ini contoh nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, bahkan hingga di saat terakhir kehidupan warga,” ujar Dodi.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
