Sebut Ditujukan untuk Oknum yang Terus Mencecar
Hotman menjelaskan, lontaran kalimat tersebut sejatinya bermula saat dirinya telah memberikan penjelasan panjang lebar kepada penanya. Namun, oknum tersebut terus mengotot dan mencecar pertanyaan yang terkesan memancing agar dirinya memberikan jawaban yang menyudutkan instansi tertentu.
"Itu kan dari orang ke orang. Kan gue terangin dia panjang lebar, dia nggak, dia terus ngotot, akhirnya harusnya jawabannya lu ngerti nggak sih? Gue bilang sama saja dengan lu punya otak nggak sih kok nggak ngerti itu. Dan itu ke oknum lu, bukan ke organisasi, jadi itu delik aduan bukan delik pers," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa oknum penanya tersebut pada awalnya tidak mengaku sebagai bagian dari pers, melainkan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
"Siapa yang dihina kalau misalnya begini, kalau gua terangin lu terus menerus tapi lu nggak ngerti-ngerti atau nggak mau terima terus gua tanya 'elu otaknya di mana kok lu punya otak nggak sih?' Itu kan pertanyaan karena gua udah terangin tapi nggak mau ngerti. Harusnya pertanyaannya memang lebih sopan 'terus ngerti nggak sih?' Tapi juga waktu keluar salaman ternyata dia dari LSM ya. Karena waktu nanya pun dia nggak bilang dari media, dari LSM dia," paparnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
