BNN: Sabu Cair 2,6 Ton Terkait Jaringan Ketamin 1,3 Ton di Kepri

Pratamayude
Awak kapal MV Ocean Porter berkebangsaan Myanmar mendapat pengawalan ketat dari aparat bersenjata. (Foto: Yude/iNews.id)

BATAM, iNewsBatam.id - Pengungkapan penyelundupan 2,6 ton sabu cair menggunakan kapal MV Ocean Porter di perairan Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), ternyata memiliki keterkaitan dengan kasus penyelundupan 1,3 ton ketamin menggunakan kapal MV King Sun.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, penyidik menemukan irisan jaringan dalam kedua kasus tersebut. Keterkaitan itu kini masih didalami untuk mengungkap jaringan narkotika internasional yang lebih besar.

"Pengungkapan kali ini 2,6 ton metamfetamin cair itu ada kaitan dengan jaringan sebelumnya yang membawa ketamin 1,3 ton," ujar Suyudi di Batam, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, keterkaitan tersebut bukan hanya karena sejumlah pelaku merupakan warga negara Myanmar. Penyidik menemukan adanya irisan jaringan yang menghubungkan kedua pengungkapan.

"Bukan karena sesama orang Myanmar, tapi memang kebetulan ada irisan dan ada kaitan. Ini masih kita kembangkan untuk pengungkapan yang ke atasnya," katanya.

Dalam pengungkapan terbaru, tim gabungan BNN RI, Bea Cukai dan Polda Kepri mengamankan kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania di perairan Tanjung Parit, Karimun, pada 17 Agustus 2026.

Kapal tersebut diketahui beberapa kali berganti identitas. Sebelum menggunakan nama MV Ocean Porter, kapal itu terdeteksi pernah menggunakan nama Hongran II, Reswin dan Rainmaker.

Pergerakan kapal tersebut bahkan telah dipantau aparat sejak Desember 2025. Selama berbulan-bulan, tim menganalisis pola pelayaran kapal yang dinilai menunjukkan sejumlah kejanggalan.

"Kita monitor terus sehingga kita bisa menganalisa kapal ini dengan informasi intelijen yang tajam. Dari bulan Desember 2025 sampai sekarang Agustus 2026, berarti hampir enam bulan kita memantau ini," kata Suyudi.

Selain berganti nama, kapal tersebut juga diketahui beberapa kali mematikan sistem identifikasi otomatis atau Automatic Identification System (AIS).

Perubahan identitas dan pola pergerakan yang tidak wajar itu semakin memperkuat kecurigaan aparat hingga akhirnya dilakukan penindakan.

"Gerakan mereka banyak anomali, mereka terus mengganti nama kapal dan terus mematikan AIS. Ini justru menjadi penguatan kita untuk meyakinkan kita melakukan penindakan bersama-sama," ujarnya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ruang penyimpanan rahasia di atas kontainer kapal.

Di dalam ruang tersebut ditemukan delapan drum yang masing-masing berisi sekitar 200 liter sabu cair serta satu water tank berisi sekitar 1.000 liter.

Total narkotika yang diamankan mencapai 2.600 liter atau sekitar 2,6 ton. Sebanyak 10 awak kapal berkewarganegaraan Myanmar turut diamankan dalam operasi tersebut.

Pengungkapan dilakukan setelah aparat melakukan pemantauan selama berbulan-bulan dengan memanfaatkan jaringan informasi, teknologi, dunia siber serta koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan.

BNN juga memperkuat koordinasi dengan Bea Cukai, TNI dan Polri untuk mengantisipasi masuknya jaringan narkotika internasional melalui jalur laut Kepri.

"Kolaborasi ini adalah kekuatan kita. Walaupun ancaman memang sangat tinggi karena wilayah Kepri merupakan wilayah perairan internasional, kita tidak gentar dan tidak akan berhenti," tegas Suyudi.

Sebelumnya, pada 6 Agustus 2026, TNI AL bersama BNN menggagalkan penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamin menggunakan kapal MV King Sun berbendera Tanzania di perairan Tanjung Berakit, Kepri.

Dalam kasus tersebut, delapan warga negara asing diamankan. Petugas menemukan ketamin yang disembunyikan dalam 65 karung di bawah lantai kamar anak buah kapal (ABK).

Kini, penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut. Pendalaman dilakukan untuk mengungkap hubungan antarkelompok serta pihak yang diduga berada di balik pengiriman narkotika melalui jalur laut internasional.

Editor : Gusti Yennosa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network