BATAM, iNewsBatam.id - Sunarti Adian, karyawati PT Infineon Technologies Batam asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Perumahan Puri Agung 4 Tahap 2, Blok F1, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (27/10/2026).
Perempuan berusia 24 tahun itu diketahui tengah menjalani cuti sakit jangka panjang untuk memulihkan kondisi kesehatannya setelah mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu. Namun, masa pemulihan Sunarti berakhir tragis setelah warga menemukan jasadnya di kamar kos.
Informasi mengenai latar belakang korban terungkap dari dokumen identitas yang ditemukan di lokasi. Sunarti tercatat lahir di Pemo pada 31 Mei 2002. Dia berasal dari Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Sebagai perantau, Sunarti bekerja di PT Infineon Technologies Batam. Sebelum ditemukan meninggal dunia, dia disebut sedang menjalani masa pemulihan sehingga mengambil cuti sakit dalam waktu panjang dari tempat kerjanya.
Bertus, warga sekitar, mengatakan Sunarti sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas. Sejak kejadian itu, korban menjalani masa pemulihan kesehatan.
"Korban ini sempat kecelakaan dan sedang cuti sakit yang panjang dari tempat kerjanya untuk pemulihan," ujar Bertus di lokasi kejadian.
Keberadaan Sunarti yang sudah tidak bernyawa pertama kali diketahui setelah warga mencium aroma menyengat dari dalam kamar kosnya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi.
Petugas Polsek Sei Beduk mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari pemeriksaan awal, polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.
"Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan di TKP. Dugaan sementara, mayat sudah berada di dalam kos tersebut selama dua hari," kata Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk, Ipda Dipo Patria.
Penanganan kasus tersebut berlanjut hingga Selasa malam. Tim gabungan kepolisian mengamankan seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam kematian Sunarti.
Pria tersebut dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena diduga melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap. Polisi masih memeriksa A untuk mendalami keterlibatannya dalam perkara tersebut.
"Untuk saat ini pelaku yang diamankan satu orang dan masih dilakukan pengembangan. Terkait penambahan pelaku lain nanti akan kami informasikan lebih lanjut," ujar Dipo.
Di tengah penyelidikan, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian Sunarti, termasuk dugaan adanya luka akibat senjata tajam pada tubuh korban. Kepastian mengenai hal tersebut menunggu hasil pemeriksaan medis dan autopsi.
"Kalau terkait luka tusuk, masih kami lakukan pemeriksaan mendalam," kata Dipo.
Polisi juga menyebut belum menemukan indikasi hubungan keluarga maupun asmara antara Sunarti dan pria berinisial A yang telah diamankan.
Jenazah Sunarti telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani autopsi. Sementara itu, A menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Barelang.
Editor : Gusti Yennosa
Artikel Terkait
